Semakin seriusnya ancaman siber, semakin banyak bisnis yang mulai sadar pentingnya menjaga keamanan sistem.
Kontrol teknis saja tidak cukup. Mereka perlu menggunakan metode evaluasi yang tepat untuk mengukur kesiapan, kepatuhan, dan kematangan keamanan bisnis.
Salah dua metode yang paling banyak digunakan adalah maturity assessment dan audit internal sertifikasi. Meskipun sama-sama berbentuk evaluasi, terdapat beberapa perbedaan antara dua pilihan ini.
Mari simak artikel ini untuk membandingkan maturity assessment vs sertifikasi audit internal beserta waktu penggunaannya yang tepat.
Apa Itu Maturity Assessment?
Maturity assessment adalah proses penilaian untuk mengukur tingkat kematangan praktik keamanan siber dalam bisnis.
Penilaian ini menggunakan beberapa framework–seperti NIST CSF atau model maturity lain–untuk melihat tingkat penerapan kontrol keamanan secara konsisten.
Proses ini menghasilkan skor, level, dan peta kondisi bisnis yang bisa dibandingkan dengan target yang ingin dicapai.
Pengertian Sertifikasi Audit Internal
Sertifikasi audit internal adalah proses evaluasi formal yang dilakukan untuk memastikan sistem dan kontrol berjalan sesuai standar yang diadopsi bisnis.
Proses ini dilakukan oleh auditor internal independen yang fokus untuk memeriksa kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, dan kontrol yang sudah ditetapkan.
Audit ini menghasilkan temuan, ketidaksesuaian, dan rekomendasi perbaikan sebelum bisnis menghadapi audit eksternal.
Perbedaan Maturity Assessment vs Sertifikasi Audit Internal
Walau sama-sama berbentuk evaluasi, ada beberapa perbedaan antara maturity assessment vs sertifikasi audit internal yang bisa dilihat dari berbagai aspek, mulai dari tujuan, fokus, hasil, hingga pemiliknya.
1. Tujuan

Maturity assessment dilakukan untuk mengetahui level kematangan dan kapabilitas kontrol yang sudah berjalan dibandingkan target keamanan yang ingin dicapai.
Sementara itu, audit internal sertifikasi dilakukan memastikan kepatuhan bisnis terhadap standar dan prosedur yang diwajibkan.
2. Fokus

Selanjutnya, maturity assessment fokus untuk meningkatkan keamanan bertahap secara menyeluruh. Maka dari itu, penilaiannya mencakup proses, teknologi, dan kesiapan tim.
Berbeda dengan audit internal yang fokus untuk memenuhi standar dan bukti implementasi kontrol saja berdasarkan dokumen yang sudah ada.
Baca juga: 7 Regulasi Keamanan Siber di Indonesia yang Harus Dipatuhi
3. Hasil

Maturity assessment menghasilkan skor kematangan, level tier, dan roadmap peningkatan yang dapat digunakan untuk menyusun strategi penguatan keamanan jangka menengah dan panjang.
Sementara itu, proses audit internal menghasilkan daftar temuan, observasi, dan rekomendasi koreksi untuk menutup gap kepatuhan bisnis sebelum menghadapi audit sertifikasi resmi.
4. Lingkup

Maturity assessment memiliki lingkup yang fleksibel sesuai kebutuhan bisnis. Di sini, kamu bisa menilai area tertentu saja, seperti SOC, incident response, atau governance.
Audit internal mengikuti ruang lingkup sertifikasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Area yang diperiksa juga harus sesuai dengan scope sertifikasi.
5. Frekuensi

Proses maturity assessment dilakukan sesuai kebutuhan strategis. Umumnya, bisnis bisa menjalankannya saat ingin menyusun program peningkatan keamanan.
Di sisi lain, sertifikasi audit internal dilakukan secara berkala dan terjadwal dengan hitungan per tahunan atau semester.
6. Pemilik

Maturity assessment bisa dipimpin tim internal, konsultan, atau White Team independen dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis peningkatan.
Audit internal dilakukan oleh auditor internal yang ditunjuk secara resmi dan bersifat independen dari area yang ingin diaudit.
Tabel Perbedaan Maturity Assessment vs Sertifikasi Audit Internal
| Aspek | Maturity Assessment | Sertifikasi Audit Internal |
| Tujuan | Ukur kematangan | Pastikan kepatuhan |
| Fokus | Peningkatan bertahap | Pemenuhan standar |
| Hasil | Skor & roadmap | Temuan & koreksi |
| Lingkup | Fleksibel | Scope sertifikasi |
| Frekuensi | Sesuai kebutuhan | Terjadwal |
| Pelaksana | Internal/konsultan | Auditor internal |
Kapan Sebaiknya Menggunakan Maturity Assessment?
Proses maturity assessment ini sangat cocok digunakan jika Anda ingin mengetahui posisi keamanan bisnis, menyusun rencana peningkatan, membangun program security, melakukan evaluasi non-formal, dan menilai efektivitas program keamanan yang berjalan.
1. Untuk Mengetahui Posisi Keamanan
Dengan maturity assessment, Anda bisa melihat posisi kapabilitas keamanan secara objektif dan menunjukkan mana saja area yang kuat dan lemah.
2. Untuk Menyusun Rencana Peningkatan
Hasil penilaian kematangan dapat dijadikan dasar penyusunan roadmap keamanan. Dalam dokumen ini, Anda bisa memprioritaskan kontrol yang paling berisiko.
3. Untuk Membangun Program Security dari Awal
Saat baru membangun fungsi cyber security, Anda membutuhkan proses maturity assessment untuk membuat gambaran baseline.
4. Untuk Evaluasi Non-formal dan Eksploratif
Proses maturity assessment ini bersifat fleksibel dan tidak kaku sehingga Anda bisa menggunakannya untuk eksplorasi area dan menguatkan sistem di awal.
5. Untuk Menilai Efektivitas Program yang Sudah Berjalan
Dengan skor maturity assessment, Anda bisa mengukur apakah investasi keamanan sudah berdampak secara nyata atau belum.
Baca juga: 4 Tahapan Maturity Assessment untuk Menguji Keamanan Siber Bisnis
Kapan Sertifikasi Audit Internal Dibutuhkan?
Sementara itu, sertifikasi audit internal dibutuhkan untuk kebutuhan persiapan sertifikasi, memastikan sistem berjalan konsisten, pemeriksaan wajib berdasarkan standar, dasar evaluasi keamanan, dan memastikan kontrol setelah adanya perubahan besar.
1. Untuk Persiapan Sertifikasi
Audit internal membantu menemukan gap pada bisnis sebelum melalui audit eksternal. Ini membantu menekan risiko temuan serius dan kegagalan proses sertifikasi sejak awal.
2. Untuk Memastikan Sistem Berjalan Konsisten
Audit memastikan setiap prosedur tidak hanya tertulis di dokumen, tetapi benar-benar dijalankan secara konsisten oleh tim.
3. Untuk Pemeriksaan Wajib Berdasarkan Standar Diwajibkan oleh Standar
Beberapa standar memang mewajibkan audit internal berkala sebagai bagian dari kontrol. Maka dari itu, Anda harus melaksanakan audit internal ini sebagai bentuk kepatuhin.
4. Untuk Dasar Evaluasi dan Pelaporan Kontrol Keamanan
Audit menyajikan bukti objektif berbasis data dan temuan lapangan yang bisa digunakan sebagai dasar evaluasi dan pelaporan kepada pimpinan.
5. Untuk Memastikan Keamanan Kontrol Setelah Perubahan Besar Sistem
Setiap perubahan besar pada sistem atau proses perlu diaudit ulang. Hal ini dilakukan untuk memastikan efektivitas kontrol keamanan.
Jangan Sampai Salah Pilih Metode Evaluasi Keamanan!
Dengan membandingkan maturity assessment vs sertifikasi audit internal, Anda bisa menyimpulkan bahwa keduanya penting. Maturity membantu meningkatkan keamanan sementara audit memastikan kepatuhan Anda terhadap standar yang berlaku.
Untuk memastikan kepatuhan bisnis terhadap regulasi keamanan siber, segera ikuti kursus White Team Fundamental dari Cyber Studio.
Di sini, Anda akan mempelajari standar, framework, dan UU PDP yang harus ditaati. Selain itu, kami juga membantu merekomendasikan prospek kerja yang relevan di bidang White Team–tim yang memastikan Red Team dan Blue Team bekerja sesuai prosedur.
Mari pastikan ketaatan Anda terhadap regulasi untuk menghindari kerugian finansial dan reputasi bisnis!