4 Tahapan Maturity Assessment untuk Menguji Keamanan Siber Bisnis

Menilai keamanan sistem bisnis tidak hanya dilakukan dengan melihat ketersediaan tools keamanannya saja.

Anda juga perlu mengukur seberapa tingkat kematangan strategi keamanan yang diterapkan secara menyeluruh.

Untuk memahami posisi keamanan siber dalam bisnis secara objektif, Anda bisa menerapkan pendekatan maturity assessment.

Pendekatan ini membantu mengidentifikasi celah, risiko tersembunyi, serta area peningkatan keamanan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Sebelum menerapkannya, mari pelajari pentingnya dan beberapa tahapan maturity assessment yang perlu Anda lakukan.

Mengapa Bisnis Membutuhkan Maturity Assessment Secara Berkala?

Anda perlu melakukan maturity assessment secara berkala untuk menghadapi perkembangan ancaman siber, memenuhi compliance, dan mendukung pelaporan ke tim manajemen dan dewan.

  • Menghadapi Ancaman Siber yang Terus Berkembang (Evolving Threats): Dengan menerapkan  maturity assessment rutin, Anda dapat memastikan strategi keamanan tetap relevan terhadap ancaman terbaru.
  • Memenuhi Kebutuhan Kepatuhan dan Regulasi: Banyak industri memiliki compliance requirement yang mengharuskan evaluasi keamanan secara berkala sehingga proses ini menjadi bukti kepatuhan mereka kepada auditor.
  • Mendukung Pelaporan ke Level Manajemen dan Dewan: Maturity assessment menghasilkan data terukur yang mudah digunakan untuk proses reporting sehingga bisnis bisa mengambil keputusan strategis tentang keamanan dengan akurat.

Tahapan Maturity Assessment yang Harus Diikuti Bisnis

Agar hasil penilaian benar-benar bermanfaat, Anda perlu menerapkan beberapa tahapan maturity assessment ini secara sistematis, mulai dari memilih framework hingga menyusun roadmap strategis.

1. Pemilihan Framework

Pemilihan Framework

Pilihlah framework yang tepat sebagai arah penilaian keamanan. Dengan framework ini, Anda bisa menilai keamanan sesuai konteks bisnis dan risiko yang dihadapi.

Sebagai pilihan, ada dua standar yang bisa Anda pilih, yaitu NIST framework dan ISO 27001.

  • NIST Cybersecurity Framework (CSF): Framework ini berfokus untuk menjaga ketahanan melalui lima fungsi inti, yaitu Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover. Pendekatan ini sangat cocok untuk meningkatkan kesiapan teknis dan respons insiden.
  • ISO/IEC 27001: ISO 27001 menitikberatkan pada Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) dan kepatuhan internasional. Framework ini ideal jika Anda membutuhkan pendekatan formal dan audit-driven.

Anda juga bisa mengkombinasikan NIST CSF untuk kontrol teknis dan ISO 27001 untuk tata kelola untuk mendapatkan hasil maturity assessment yang lebih komprehensif.

2. Evaluasi Mendalam pada Setiap Area Keamanan

Evaluasi Mendalam pada Setiap Area Keamanan

Selanjutnya, Anda perlu melakukan penilaian bisnis dengan wawancara tim, meninjau dokumen, dan observasi teknis.

Proses ini biasanya mencakup tiga pilar utama, yaitu People, Process, dan Technology yang digunakan untuk melihat kelemahan dari sisi teknis dan juga operasional.

Dari sini, Anda bisa melihat apakah tim Anda sudah mengimplementasikan keamanan secara nyata, atau masih hanya berbentuk standar dalam dokumen saja.

3. Analisis Kesenjangan (Gap Analysis)

analisis kesenjangan gap analysis

Dalam proses gap analysis ini, Anda perlu membandingkan kondisi keamanan saat ini dengan kondisi yang diharapkan berdasarkan framework yang dipilih.

Untuk membandingkannya, Anda bisa menggunakan spider chart atau radar chart untuk mendapatkan hasil visual yang mudah dipahami.

Anda bisa menggunakan hasilnya untuk mengidentifikasi area dengan risiko tertinggi namun tingkat kematangannya rendah.

4. Penyusunan Strategic Roadmap

Penyusunan Strategic Roadmap

Tahapan maturity assessment terakhir adalah menerjemahkan hasilnya menjadi action plan yang realistis dan terukur. Di sini, tentukanlah juga langkah perbaikan jangka pendek dan jangka panjang secara seimbang.

Dalam action plan ini, pertimbangkan juga kebutuhan SDM dan anggaran agar investasi keamanan Anda menjadi lebih terarah dan sesuai prioritas risiko.

Cara Membaca dan Menginterpretasikan Skor Maturity Level

Setelah menyelesaikan tahapan maturity assessment di atas, langkah berikutnya adalah memahami arti skor yang dihasilkan.

Ingatlah skor tinggi tidak selalu berarti risiko rendah, maka dari itu ikuti langkah-langkah berikut agar skor maturity bisnis benar-benar bernilai strategis:

1. Pahami Arti Skor Maturity Level 1–5

Pahami bahwa skor maturity menunjukkan tingkat kematangan proses, bukan jaminan sistem sudah aman. Setiap level merepresentasikan sejauh mana keamanan dikelola secara konsisten dan terukur.

Jangan lupa juga untuk menyesuaikan target level sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengejar skor tertinggi.

2. Evaluasi Skor Berdasarkan Konteks Implementasi

Evaluasi Skor Berdasarkan Konteks Implementasi

Periksa apakah skor yang tinggi didukung oleh implementasi teknis yang nyata di lapangan. Dokumentasi dan kebijakan yang baik tidak akan efektif jika kontrol teknis masih lemah. Langkah ini penting untuk menghindari false sense of security dalam bisnis.

3. Identifikasi Area dengan Risiko Tertinggi

Identifikasi Area dengan Risiko Tertinggi

Perhatikan domain keamanan dengan skor rendah namun berdampak besar, seperti kontrol akses, monitoring, atau incident response sebagai area yang paling sering dijadikan pintu masuk serangan siber. Dengan pendekatan ini, Anda bisa memprioritaskan perbaikan secara terarah.

4. Hubungkan Skor dengan Paparan Risiko Bisnis

Terakhir, terjemahkan skor maturity ke dalam dampaknya terhadap operasional dan reputasi bisnis. Skor rendah pada sistem kritis berarti risiko bisnis yang lebih tinggi.

Dengan langkah ini, Anda bisa menyelaraskan keputusan keamanan dengan manajemen risiko perusahaan.

Saatnya Mengukur dan Meningkatkan Kematangan Keamanan Bisnis

Dengan menerapkan tahapan maturity assessment di atas, Anda bisa memahami kondisi keamanan siber secara objektif, terukur, dan relevan dengan risiko nyata.

Pendekatan ini memudahkan Anda untuk mengetahui kelemahan dan juga menyusun strategi peningkatan secara berkelanjutan.

Untuk memastikan kepatuhan bisnis terhadap regulasi keamanan siber, segera ikuti kursus White Team Fundamental dari Cyber Studio.

Di sini, Anda akan mempelajari standar, framework, dan UU PDP yang harus ditaati. Selain itu, kami juga membantu merekomendasikan prospek kerja yang relevan di bidang White Team–tim yang memastikan Red Team dan Blue Team bekerja sesuai prosedur.

Mari pastikan ketaatan Anda terhadap regulasi untuk menghindari kerugian finansial dan reputasi bisnis!

Scroll to Top