Cyber Security Architect Adalah: Arti, Tugas, dan Skillnya

Semakin canggihnya zaman, semakin modern dan kompleks juga ancaman siber yang mengintai bisnis. Untuk menghindari kerugian finansial, bisnis perlu mengamankan seluruh sistem digitalnya secara menyeluruh. Tanpa adanya strategi keamanan yang matang, risiko kebocoran data dan serangan hacker semakin tinggi.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan adalah mempersiapkan sistem keamanan yang kokoh. Di sinilah pentingnya sebuah peran bernama cyber security architect. Mereka akan memastikan setiap aspek IT kita terlindungi secara maksimal.

Sayangnya, istilah ini masih belum banyak diketahui oleh orang awam. Oleh karena itu, mari simak artikel ini untuk mengenal pengertian, tugas, dan skill yang harus dimiliki oleh seorang cyber security architect!

Apa Itu Cyber Security Architect?

Cyber security architect adalah seorang profesional yang ditugaskan untuk merancang sistem keamanan tingkat tinggi. Dengan sistem keamanan yang tepat, semua data dan infrastruktur bisnis akan terlindungi secara maksimal.

Profesi ini berbeda dengan security engineer dan cyber security analyst.  Posisi cyber security architect berperan dalam strategi jangka panjang dan desain keamanan yang menyeluruh. 

Selain itu, mereka juga merancang sistem keamanan dari awal–membuatnya benar-benar tahan terhadap ancaman siber serta mengintegrasikan semua solusi terbaik untuk melindungi aset digital perusahaan.

Tugas-tugas Utama Cyber Security Architect

Untuk berkarier menjadi seorang cyber security architect, Anda akan diberikan beberapa tanggung jawab di bawah ini:

1. Perancangan Arsitektur Keamanan

Pertama, cyber security architect akan menyusun blueprint keamanan secara menyeluruh dan mencakup semua aspek TI organisasi. Rancangan ini harus selaras dengan visi bisnis, kebutuhan teknis, dan peraturan yang berlaku. Di dalamnya juga terdapat rancangan jaringan, aplikasi, penyimpanan data, dan akses pengguna.

2. Pemilihan Teknologi Keamanan

Mereka bertugas mengevaluasi berbagai solusi keamanan yang tersedia di pasar, seperti firewall, SIEM, hingga solusi zero trust. Selain memilih yang terbaik, cyber security architect juga membantu menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan efisien dari sisi biaya.

3. Pengembangan Kebijakan dan Standar

Sebagai pengarah strategis keamanan, mereka juga akan merumuskan kebijakan dan standar organisasi terkait praktik keamanan. Kebijakan ini lalu dijadikan sebagai acuan utama untuk seluruh tim IT dan pengguna sistem supaya turut menjaga keamanan informasi.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi dalam Bisnis

4. Penilaian Risiko Keamanan

Selanjutnya, seorang cyber security architect akan melakukan analisis risiko secara menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan. Setelah itu, mereka juga akan menyusun strategi mitigasi untuk mengurangi dampak jika serangan terjadi.

5. Kepatuhan dan Regulasi

Cyber security architect akan memastikan semua rancangan keamanan dalam bisnis sudah sesuai dengan standar industri dan regulasi seperti ISO 27001, GDPR, atau HIPAA. Dengan ini, bisnis akan terhindar dari risiko pelanggaran hukum.

Cyber Security Architect Harus Berkolaborasi dengan Tim Lain

6. Kolaborasi dengan Tim Lain

Mereka harus berkolaborasi dengan tim developer, jaringan, dan manajemen proyek. Ini dilakukan supaya semua komponen sistem memiliki elemen keamanan yang terintegrasi sejak tahap perencanaan.

7. Komunikasi dengan Manajemen

Cyber security architect harus mampu menyampaikan risiko teknis kepada tim manajemen. Dalam hal ini, mereka akan menyusun laporan terlebih dahulu dan mempresentasikannya untuk mendorong pengambilan keputusan strategis.

8. Pengembangan Roadmap Keamanan

Untuk keamanan jangka panjang, mereka akan menyusun roadmap keamanan secara terorganisir. Dengan ini, sistem akan selalu diperbarui dan mencegah ancaman siber yang lebih modern.

9. Mentorship dan Bimbingan

Sebagai seorang pemimpin teknis, cyber security architect akan membimbing anggota tim keamanan juniornya. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pengetahuan yang mereka miliki secara berkelanjutan.

Manfaat Cyber Security Architect dalam Bisnis

Dengan adanya cyber security architect, mereka akan melindungi aset dan mendukung pertumbuhan bisnis Anda! Lebih lengkapnya, berikut adalah manfaat cyber security architect dalam bisnis:

1. Fondasi Keamanan yang Solid

Dengan melakukan perancangan keamanan sejak awal, Anda tidak perlu menambal celah keamanan di kemudian hari. Hal ini menunjukkan bahwa mereka menempatkan aspek keamanan sebagai salah satu bagian inti dari sistem.

2. Risiko Serangan Berkurang

Sistem yang dirancang dengan keamanan yang tinggi tidak mudah rentan dengan ancaman siber yang mengintai. Selain meminimalisir risiko kerugian, operasional bisnis Anda juga akan lebih stabil dan tenang.

3. Penghematan Jangka Panjang

Dengan desain sistem yang tepat, bisnis dapat meminimalisir terjadinya insiden keamanan. Bahkan, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kebocoran data, denda regulasi, atau downtime yang lama.

4. Kepatuhan Regulasi Terpenuhi

Berkat arsitektur yang selaras dengan standar keamanan, cyber security architect membuat proses audit dan pelaporan menjadi lebih mudah dan transparan.

5. Inovasi Teknologi Lebih Aman

Terakhir, cyber security architect akan memastikan implementasi teknologi baru berjalan dengan aman. Misalnya, jika Anda ingin menggunakan layanan cloud, AI, atau IOT–maka semuanya dapat digunakan tanpa mengorbankan inovasi.

Skill yang Harus Dimiliki Cyber Security Architect

Di balik peran yang strategis ini, Anda harus memiliki keterampilan teknis dan non-teknis tertentu. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Pengetahuan Teknis yang Luas dan Mendalam

Pertama, seorang cyber security architect harus memahami berbagai sistem operasi, jaringan, serta arsitektur aplikasi. Mereka juga harus menguasai teknologi keamanan seperti enkripsi, firewall, dan kontrol akses.

Selain itu, mereka juga harus memahami cloud computing, DevOps, dan tren teknologi terbaru. Dengan ini, mereka dapat mendesain sistem modern secara lebih mudah.

Baca juga: Protokol Jaringan Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

2. Kemampuan Analitis dan Problem-Solving Tingkat Tinggi

Mereka harus mampu menganalisis sistem yang kompleks dan menemukan solusi inovatif.  Dengan kemampuan ini, mereka dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan ketika menanggapi perubahan ancaman.

3. Berpikir Strategis dan Visioner

Selain menangani masalah yang terjadi saat ini, mereka harus bersifat visioner. Hal ini disebabkan karena mereka akan merancang sistem yang mampu menjaga keamanan selama 3-5 tahun ke depannya.

Cyber Security Architect Harus Memiliki Keterampilan Komunikasi dan Presentasi yang Sangat Baik

4. Keterampilan Komunikasi dan Presentasi yang Sangat Baik

Cyber security architect harus mampu menjembatani komunikasi antara tim teknis dan manajemen. Oleh karena itu mereka harus menjelaskan hal teknis dalam bahasa yang mudah dipahami untuk mempermudah pengambilan keputusan bisnis.

5. Kemampuan Kepemimpinan dan Kolaborasi

Sebagai pemimpin desain keamanan, mereka harus memiliki kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi yang baik. Ini akan memudahkan mereka dalam mengarahkan proyek, memotivasi tim, dan bekerja lintas departemen secara efektif.

6. Pengetahuan tentang Kepatuhan dan Regulasi

Terakhir, cyber security architect wajib memahami standar keamanan seperti ISO 27001, GDPR, HIPAA, dan lainnya. Dengan begitu, mereka dapat mendesain sistem yang aman dan memenuhi kewajiban hukum.

Rata-rata Gaji Cyber Security Architect

Biasanya, seorang cyber security architect akan menerima gaji sesuai dengan tanggung jawab dan tingkat pengalamannya. Berikut adalah rata-rata gaji cyber security architect sesuai tingkat pengalamannya:

  • Entry-Level: Rp 398.442.423 per tahun
  • Mid-Level: Rp 543.899.919 per tahun
  • Senior-Level: Rp 677.520.239 per tahun

Dilansir dari website Salary Expert, mereka mendapatkan rata-rata gaji sebesar Rp261.490,35 per jamnya. Sementara itu, rata-rata bonus tahunan yang didapatkan sekitar Rp25.563.296.

Nominal ini akan bertambah jika Anda bekerja di perusahaan multinasional, sektor industri tertentu, atau memiliki sertifikasi lanjutan seperti CISSP, SABSA, atau TOGAF.

Siap Berkarier di Bidang Cyber Security?

Itulah pengertian, tugas, skill yang dibutuhkan, hingga nominal gaji yang diterima cyber security architect. Selain berperan sebagai teknisi, mereka juga berperan penting dalam menyusun strategi keamanan bisnis di masa depan.

Dengan kemampuan yang mereka miliki, tak heran jika profesi ini begitu diminati. Nah, jika Anda ingin berkarier sebagai seorang cyber security professional, bangunlah fondasi yang kuat!

Daftarkan diri Anda dalam kelas cyber security dari Cyber Studio! Dengan mengikuti kursus ini, Anda dapat mempelajari infrastructure security, security operation, hingga standar-standar cyber security yang harus dipatuhi.

Kunjungi halaman learning path kami dan pilihlah kursus sesuai kebutuhan Anda!

Scroll to Top