Zaman ini, kita mudah merasa khawatir akan keamanan data perusahaan dari berbagai cyber attack yang ada. Begitu banyak ancaman keamanan–mulai dari malware, ransomware, dan phishing–yang dapat menimbulkan kerugian untuk bisnis.
Apa yang harus dilakukan? Anda dapat merekrut seorang cyber security analyst yang handal untuk melindungi sistem, jaringan, dan data dari berbagai ancaman digital yang terus berkembang.
Namun, apa sebenarnya yang dilakukan oleh seorang cyber security analyst? Bagaimana caranya bekerja dalam menjaga keamanan teknologi informasi? Jika Anda penasaran dengan profesi yang kini semakin dibutuhkan ini, mari kita telaah lebih dalam mengenai definisi, tugas, hingga gaji yang bisa diperoleh dari profesi tersebut.
Apa Itu Cyber Security Analyst?
Cyber security analyst adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk melindungi sistem, jaringan, dan data organisasi dari ancaman digital. Dalam mencapai hal itu, mereka biasanya akan memonitor aktivitas sistem secara real-time, mengidentifikasi potensi serangan, serta memberikan respons yang tepat terhadap insiden keamanan.
Lingkup kerja seorang cyber security analyst umumnya berada di perusahaan besar, instansi pemerintah, atau sektor keuangan yang mengelola data sensitif. Mereka dituntut untuk memahami berbagai jenis cyber attack serta menganalisis celah keamanan untuk mencegah pelanggaran data yang merugikan.
Selain itu, seorang cyber security analyst juga sering terlibat dalam pembuatan kebijakan keamanan internal, pelatihan karyawan, dan penerapan prosedur keamanan standar dalam bisnis.
Perbedaan Cyber Security Analyst dengan Cyber Security Engineer
Apakah Anda kesulitan untuk membedakan cyber security analyst dengan cyber security engineer? Meskipun berada dalam lingkup yang sama, keduanya memiliki perbedaan dari segi fokus dan tanggung jawabnya. Simak perbandingan keduanya dari tiga aspek berikut!
1. Fokus Pekerjaan
Seorang Cyber Security Analyst akan fokus pada proses identifikasi dan analisis ancaman keamanan yang terjadi di dalam jaringan atau sistem organisasi. Mereka bertugas mendeteksi insiden keamanan, memantau aktivitas mencurigakan, dan menyusun laporan terkait insiden yang terjadi.
Sementara itu, Cyber Security Engineer lebih fokus pada aspek teknis pembangunan dan penerapan sistem keamanan. Mereka bertugas untuk merancang dan mengembangkan infrastruktur keamanan, memastikan operasional semua sistem dengan arsitektur yang tahan serangan, serta memperbarui alat pertahanan digital untuk melawan serangan siber yang terus berkembang.
2. Pendekatan Keamanan
Pendekatan yang digunakan oleh Cyber Security Analyst lebih bersifat preventif dan berbasis deteksi. Mereka lebih banyak melakukan pemantauan dan analisis data log untuk mendeteksi potensi pelanggaran sebelum terjadi. Selain itu, mereka juga melakukan mitigasi terhadap insiden yang berlangsung.
Berbeda halnya dengan Cyber Security Engineer yang menerapkan pendekatan desain dan teknikal implementasi. Mereka bertugas untuk membangun sistem yang aman sejak awal–mulai dari pengaturan firewall, segmentasi jaringan, hingga penerapan sistem enkripsi.
3. Alat dan Aktivitas
Dalam kesehariannya, Cyber Security Analyst menggunakan alat seperti SIEM (Security Information and Event Management) untuk memantau aktivitas jaringan secara real-time. Mereka juga terlibat dalam log monitoring, pembuatan laporan keamanan, serta penyusunan kebijakan dan prosedur keamanan internal perusahaan.
Sedangkan Cyber Security Engineer menggunakan alat dan teknologi seperti firewall, IDS/IPS (Intrusion Detection/Prevention System), serta berbagai bentuk enkripsi data untuk membangun dan memelihara sistem keamanan.
Tak hanya itu, mereka juga bertanggung jawab untuk merancang arsitektur keamanan jaringan dan memastikan seluruh sistem dalam bisnis tetap terlindungi.
Untuk memudahkan Anda dalam memahami hal ini, berikut kami sajikan tabel sederhana berisi perbandingan antara cyber security analyst dengan cyber security engineer.
| Faktor Pembeda | Cyber Security Analyst | Cyber Security Engineer |
| Fokus Pekerjaan | Analisis ancaman, deteksi insiden, pembuatan laporan | Pengembangan dan implementasi sistem keamanan |
| Pendekatan Keamanan | Preventif dan deteksi | Desain dan teknikal implementasi |
| Alat dan Aktivitas | SIEM, log monitoring, kebijakan keamanan | Firewall, IDS/IPS, enkripsi data, arsitektur keamanan jaringan |
Tugas dan Tanggung Jawab Cyber Security Analyst
Seorang cyber security analyst tidak hanya bertugas mendeteksi serangan saja, Anda juga perlu jeli dalam membaca pola dan potensi ancaman! Berikut adalah tugas utama yang menjadi tanggung jawab mereka:
1. Monitoring Keamanan Sistem
Seorang analyst bertugas memantau sistem jaringan secara terus-menerus menggunakan alat seperti SIEM (Security Information and Event Management).
Dengan ini, mereka dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan yang dapat mengindikasikan adanya ancaman siber–seperti aktivitas login tidak sah, perubahan konfigurasi, atau transfer data abnormal.
Baca juga: 6 Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi dalam Bisnis
2. Menganalisis Serangan dan Pelanggaran
Ketika insiden keamanan terjadi, seorang cyber security analyst akan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui sumber, metode, dan dampak dari serangan tersebut.
Setelah itu, mereka akan menyusun laporan teknis. Laporan ini kemudian akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perbaikan sistem dalam bisnis.
3. Membuat Kebijakan Keamanan
Posisi ini juga memiliki berperan dalam menyusun kebijakan keamanan internal, seperti SOP penanganan insiden, pengaturan hak akses pengguna, hingga mengadakan pelatihan keamanan siber bagi seluruh karyawan. Dengan ini, mereka bisa membangun cyber security awareness di lingkungan kerja.
4. Melakukan Pengujian Keamanan
Metode pengujian seperti vulnerability assessment dan penetration testing akan mereka lakukan secara berkala. Hal ini membantu memastikan sistem bisnis tetap kuat dan tidak mudah ditembus.
Setelah itu, cyber security analyst akan mengevaluasi hasil pengujian dan merekomendasikan langkah perbaikan jika menemukan celah keamanan.
Gaji Cyber Security Analyst di Indonesia
Gaji seorang cyber security analyst di Indonesia sangat bervariasi. Rata-rata, gaji entry-level berada di kisaran Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan. Sementara itu, nominal ini akan meningkat hingga Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000 atau lebih jika Anda sudah memasuki level intermediate atau senior.
Nominal gaji ini ditentukan berdasarkan tingkat pengalaman, sertifikasi, lokasi kerja, sektor industri, dan ukuran perusahaan. Selain itu, sertifikasi profesional (CompTIA Security+, CEH, atau CISSP) dan pengalaman kerja di sektor kritikal juga menjadi salah satu faktor penting.
Siap Menjadi Cyber Security Analyst Profesional?
Itulah pengertian, tugas, dan nominal gaji cyber security analyst di Indonesia. Di era digital sekarang, posisi ini bertugas untuk melindungi data, mendeteksi ancaman, hingga menyusun kebijakan keamanan dalam bisnis.
Walaupun tanggung jawabnya besar, mereka juga menawarkan peluang karier yang menjanjikan. Inilah mengapa profesi cyber security analyst adalah salah satu pilihan menarik untuk Anda yang ingin berkontribusi dalam dunia cyber security.
Ingin menjadi cyber security analyst yang handal dan siap bersaing di industri? Tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dengan kursus cyber security dari Cyber Studio! Kami menawarkan learning path lengkap–mulai dari cyber security pathways hingga prospek karier yang dapat Anda pertimbangkan.
Mari mulai perjalanan karier Anda di dunia cyber security bersama Cyber Studio. Jadilah praktisi yang handal dalam menghadapi ancaman digital!