6 Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi dalam Bisnis

Ilustrasi Keamanan Sistem Informasi

Pernahkah Anda mendengar atau bahkan mengalami kebocoran data pelanggan atau serangan malware yang merusak sistem bisnis Anda? Tantangan seperti ini semakin sering terjadi sekarang dan mengancam kelangsungan bisnis. Inilah yang membuat keamanan sistem informasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diprioritaskan.

Keamanan sistem informasi dilakukan dengan melindungi data, hardware, software, dan jaringan komputer. Sebagai solusi yang tepat, pertimbangkan untuk menggunakan sistem keamanan yang memadai.

Sebelum mengetahui cara menjaga keamanan sistem informasi, mari kita pahami dahulu pengertian dan bentuk-bentuk keamanan sistem informasi yang harus Anda ingat.

Pengertian Keamanan Sistem Informasi

Keamanan sistem informasi adalah serangkaian langkah dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi sistem informasi yang Anda miliki. Dengan ini, sistem akan terhindari dari akses, penggunaan, pengungkapan, gangguan, modifikasi, atau penghancuran yang tidak sah. 

Keamanan sistem informasi melibatkan tindakan pencegahan terhadap penipuan dan serangan siber lainnya dalam sistem berbasis informasi non-fisik. Dengan demikian, informasi di dalamnya tetap terlindungi, akurat, dan tersedia untuk pengguna yang berwenang.

Bentuk Keamanan Sistem Informasi

Ada beberapa bentuk keamanan sistem informasi yang saling melengkapi. Masing-masing dari mereka berperan penting dalam melindungi berbagai aspek sistem informasi perusahaan.

1. Keamanan Fisik

Keamanan fisik merupakan bentuk perlindungan terhadap hardware dan infrastruktur fisik dari ancaman seperti pencurian, kerusakan, atau bencana alam. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain menggunakan kunci fisik, kamera pengawas, dan mengatur kontrol akses ke ruang server.

2. Keamanan Jaringan

Keamanan ini bertujuan untuk melindungi jaringan komputer dari akses tidak sah dan serangan siber. Beberapa implementasinya antara lain menggunakan firewall, sistem deteksi intrusi (IDS), dan enkripsi data saat transmisi.

3. Keamanan Aplikasi

Keamanan aplikasi fokus untuk melindungi software Anda dari berbagai celah keamanan dan bug yang dapat dimanfaatkan oleh hacker. Hal yang bisa Anda lakukan antara lain praktik pengembangan perangkat lunak yang aman dan pembaruan rutin untuk menutup kerentanan.

Keamanan Data

4. Keamanan Data

Dalam bentuk keamanan sistem informasi ini, Anda bisa melakukan enkripsi, backup data rutin, dan mengatur kontrol akses. Dengan ini, data-data sensitif Anda tetap aman dan hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu.

5. Keamanan Operasional

Terakhir adalah keamanan operasional. Di sini, terdapat kebijakan dan prosedur yang mengatur bagaimana data dan sumber daya sistem digunakan dan dilindungi. Ini juga termasuk manajemen hak akses pengguna dan pelatihan keamanan bagi karyawan bisnis Anda.

Aspek Keamanan Sistem Informasi

Dalam menjaga keamanan sistem informasi, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan untuk memastikan perlindungan yang menyeluruh. Aspek-aspek ini antara lain confidentiality, integrity, availability, accountability, dan non-repudiation.

1. Kerahasiaan (Confidentiality)

Aspek ini menjamin bahwa semua informasi sensitif hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki otorisasi. Dengan ini, Anda bisa melindungi semua data pelanggan, rahasia dagang, dan strategi bisnis.

Tanpa kerahasiaan, data-data Anda akan mengalami kebocoran dan bisa saja akan digunakan untuk pencurian identitas atau spionase industri.

2. Integritas (Integrity)

Dengan aspek integritas, data-data di atas tidak akan diubah, dimodifikasi, atau dihapus secara tidak sah. Ini menandakan bahwa semua informasi yang tersimpan dan dikirim tetap akurat seperti aslinya.

Bisnis yang kehilangan integritas akan datanya akan kesulitan membuat keputusan dan mengalami kerugian finansial.

3. Ketersediaan (Availability)

Anda harus memastikan ketersediaan sistem informasi kapan saja selama 24 jam–apalagi untuk bisnis-bisnis e-commerce, layanan keuangan, dan layanan kesehatan. 

Beberapa gangguan pada aspek ini bisa terjadi akibat serangan DDoS (Distributed Denial of Service), kegagalan perangkat keras, atau bencana alam. 

4. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas menekankan bahwa setiap tindakan dalam sistem informasi dapat ditelusuri ke pengguna tertentu. Artinya, sistem akan mencatat siapa pun yang mengakses, mengubah, atau menghapus informasi di dalamnya.

Akuntabilitas yang baik akan membantu Anda dalam proses audit internal, penyelidikan insiden keamanan, dan penegakan kebijakan TI perusahaan.

5. Non-repudiasi (Non-repudiation)

Aspek yang terakhir adalah non-repudiasi. Ini artinya tim Anda tidak bisa menyangkal lagi apabila  telah melakukan suatu aksi digital–seperti mengirim pesan atau menandatangani dokumen elektronik. 

Dengan non-repudiasi, Anda bisa menegakkan integritas dan keabsahan transaksi digital secara hukum.

Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi

Bagaimana cara menjaga keamanan sistem informasi yang benar? Untuk melindungi sistem informasi dalam bisnis, terapkan beberapa langkah-langkah keamanan berikut secara berkelanjutan!

1. Menggunakan Antivirus dan Firewall yang Up-to-date

Antivirus dan firewall berperan sebagai pertahanan pertama dalam keamanan sistem informasi. Antivirus akan mendeteksi dan menghapus malware, spyware, dan virus yang bisa merusak data atau mencuri informasi sensitif. 

Sementara itu, firewall berfungsi untuk membatasi jaringan internal dan jaringan luar–seperti internet–sehingga hanya lalu lintas yang diizinkan yang bisa masuk. Pastikan untuk memperbarui keduanya dengan rutin untuk meminimalkan celah keamanan.

2. Melakukan Pelatihan Keamanan untuk Karyawan

Pernahkah Anda berpikir bahwa cyber attack terjadi karena kesalahan manusia? Dengan adanya celah-celah yang mereka tak sadari, para penjahat siber bisa melangsungkan serangan phising dan social engineering.

Untuk itu, berikan pelatihan cyber security juga secara berkala kepada seluruh karyawan Anda. Pelatihan ini bisa membahas tentang jenis-jenis serangan, cara mengidentifikasi email mencurigakan, penggunaan password yang aman, hingga prosedur pelaporan insiden.

Untuk rekomendasi tempatnya, Anda bisa mengikuti corporate training yang dihadirkan oleh Coding Studio. Anda bisa melakukan custom tempat dan materinya sendiri menyesuaikan kebutuhan perusahaan–mulai dari skill digital marketing, web developer, programming sederhana, hingga pelatihan soft skill.

Biometrik Sebagai Salah Satu Bentuk Autentikasi Dua Faktor

3. Menerapkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)

2FA atau two-factor authentication dapat berperan sebagai lapisan keamanan tambahan. Mereka mengharuskan setiap pengguna memverifikasi identitasnya dengan dua metode berbeda, seperti kombinasi password, kode OTP (One-Time Password) yang dikirim ke handphone, dan biometrik

Dengan 2FA, para penyerang tidak akan bisa mengakses akun ini walaupun mengetahui password Anfa. Implementasikan 2FA ini untuk akun-akun bisnis Anda yang penting–seperti sistem email perusahaan, dashboard cloud, atau akses ke server.

4. Melakukan Backup Data secara Berkala

Salah satu prinsip dasar dalam menjaga keamanan sistem informasi adalah memastikan data tidak hilang. Dengan backup data secara berkala, Anda bisa memulihkan semua informasi penting apabila terjadi kerusakan perangkat, serangan ransomware, atau bencana alam. 

Selain itu, sebaiknya simpanlah file backup Anda di lokasi yang berbeda atau gunakanlah layanan cloud yang terpercaya. Pastikan proses backup dilakukan secara otomatis, terjadwal, dan diuji secara rutin untuk memastikan file bisa dipulihkan dengan sukses.

5. Melakukan Audit Keamanan secara Rutin

Audit keamanan membantu Anda dalam memahami seberapa kuat sistem keamanan yang telah diterapkan. Audit ini mencakup pemeriksaan konfigurasi jaringan, manajemen hak akses pengguna, celah keamanan pada aplikasi, hingga kebijakan penggunaan perangkat. 

Dengan melakukan audit secara berkala, Anda dapat mendeteksi potensi kerentanan sebelum disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Audit juga membantu memastikan bahwa sistem bisnis masih sesuai dengan standar keamanan dan regulasi yang berlaku–seperti ISO 27001 atau GDPR.

6. Mengupdate Sistem dan Aplikasi secara Teratur

Terakhir, ingatlah bahwa setiap perangkat lunak yang digunakan memiliki masa pakainya sendiri. Besar kemungkinan Anda akan menemukan celah keamanan jika sistem tersebut digunakan dari waktu ke waktu.

Jika sistem dan aplikasi tidak diperbarui secara teratur, risiko terjadinya serangan siber akan meningkat. Untuk itu, aktifkan pembaruan otomatis, monitor versi perangkat lunak yang digunakan, dan segera lakukan update saat vendor merilis patch keamanan terbarunya.

Lindungi Bisnis Anda dengan Keamanan Sistem Informasi yang Kuat

Itulah pengertian, aspek-aspek, dan cara menjaga keamanan sistem informasi dalam bisnis. Dengan memahami fundamental keamanan sistem informasi dengan tepat, Anda bisa melindungi semua aset bisnis dari berbagai ancaman siber yang mengintai.

Apakah Anda tertarik untuk mempelajari cyber security ke tingkat yang lebih tinggi? Kursus cyber security dari Cyber Studio dapat menjadi pilihan yang tepat! Dengan membeli kursus, Anda akan mendapatkan video learning berkualitas dengan materi yang up-to-date.

Selain itu, Anda juga bisa mengerjakan studi kasus dan project serta mendapatkan sertifikat kredibel sebagai bahan portofolio terbaru di bidang cyber security!

Mari daftarkan diri Anda dalam kursus cyber security kami dan tingkatkan kemampuan Anda dalam melindungi bisnis dari ancaman siber yang terus berkembang!

Scroll to Top