7 Standar Pengembangan Aplikasi yang Harus Dipatuhi Green Team

Banyaknya ancaman siber, sistem yang semakin kompleks, serta tuntutan pengguna membuat proses development semakin menantang.

Tanpa acuan yang jelas, kualitas aplikasi bisa menurun dan lebih rentan terhadap risiko keamanan. Maka dari itu, setiap developer perlu menerapkan standar pengembangan aplikasi sebagai pondasinya.

Biasanya, standar ini digunakan oleh para Green Team untuk membangun software yang fungsional, andal, dan tetap aman digunakan dalam jangka panjang.

Dampak Penerapan Standar Pengembangan Aplikasi bagi Developer

Dengan standar yang tepat, para developer dapat bekerja lebih terarah dan konsisten. Selain itu, standar ini juga menjaga kualitas aplikasi sehingga lebih nyaman digunakan pengguna. 

  • Kualitas Aplikasi Lebih Terjaga: Standar membantu memastikan aplikasi memiliki fitur-fitur yang berkualitas dan stabil.
  • Risiko Bug dan Celah Keamanan Berkurang: Dengan mengikuti standar yang jelas, Anda bisa menimalisir potensi kesalahan teknis sejak tahap awal sebelum aplikasi go-live.
  • Proses Pengembangan Lebih Efisien: Standar membuat alur kerja seorang developer lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh seluruh anggota tim.

Standar Pengembangan Aplikasi yang Harus Diterapkan

Supaya dapat bekerja optimal, Anda perlu menerapkan beberapa standar pengembangan aplikasi secara menyeluruh, yaitu standar perencanaan, standar desain, standar coding aplikasi, hingga standar pemeliharaannya.

1. Standar Perencanaan dan Analisis Kebutuhan

Standar Perencanaan dan Analisis Kebutuhan

Standar ini memastikan Anda telah mendokumentasi seluruh kebutuhan sistem sejak awal. Dokumentasi ini dapat meminimalisir miskomunikasi antara developer, stakeholder, dan user.

Standar ini juga bisa digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan teknis terkait pengembangan aplikasi.

Contoh Standar Perancangan Aplikasi:

  • IEEE 830 atau IEEE 29148 (Software Requirements Specification)
  • BABOK (Business Analysis Body of Knowledge)

2. Standar Desain Sistem dan Arsitektur

Standar Desain Sistem dan Arsitektur

Dengan standar desain, Anda bisa membuat struktur aplikasi yang terorganisir dan scalable. Arsitektur yang baik akan mendukung kebutuhan skalabilitas atau integrasi sistem ke depannya.

Selain itu, standar ini juga memudahkan Anda untuk mengidentifikasi potensi risiko desain dan menjaga konsistensi antar modul aplikasi.

Baca juga: 5 Prinsip Security by Design yang Harus Diikuti Green Team

Contoh Standar Keamanan Desain Aplikasi:

  • ISO/IEC/IEEE 42010 (Architecture Description)
  • UML (Unified Modeling Language)

3. Standar Coding dan Implementasi

Standar Coding dan Implementasi

Standar pengembangan aplikasi selanjutnya adalah standar coding agar tim developer menulis kode yang konsisten dan scalable.

Hal ini dapat meminimalisir bug akibat kesalahan implementasi sekaligus mempermudah proses audit kode dan maintenance aplikasi.

Contoh Standar Keamanan untuk Coding:

  • Coding Standard (PSR untuk PHP, PEP 8 untuk Python)
  • Clean Code Principles (Robert C. Martin)

4. Standar Keamanan Aplikasi

Dalam standar ini, Anda perlu mengintegrasikan prinsip keamanan dalam setiap proses development, dari awal hingga akhir. Dengan pendekatan ini, Anda dapat meminimalisir celah keamanan yang bisa dimanfaatkan pelaku cyber attack.

Contoh Standar Keamanan Aplikasi:

  • OWASP Top 10
  • OWASP ASVS (Application Security Verification Standard)
  • ISO/IEC 27001

5. Standar Pengujian dan Kualitas Aplikasi

Standar Pengujian dan Kualitas Aplikasi

Standar ini memastikan Anda melakukan pengujian terstruktur untuk mendeteksi bug atau menjaga kualitas aplikasi. Akibatnya, Anda bisa menekan resiko kegagalan sistem di lingkungan produksi.

Contoh Standar Keamanan untuk Pengujian Aplikasi:

  • ISO/IEC 25010 (Software Quality Model)
  • IEEE 829 / ISO/IEC/IEEE 29119 (Software Testing)

6. Standar Deployment dan Operasional

Standar Deployment dan Operasional

Deployment yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan layanan. Untuk itu, Anda perlu menerapkan standar operasional untuk menjaga proses rilis aplikasi tetap stabil dan aman.

Standar ini juga mendukung praktik DevSecOps dan CI/CD yang lebih matang.

Contoh Standar Deployment Aplikasi:

  • ITIL (IT Service Management)
  • CI/CD Best Practice (DevOps)

7. Standar Pemeliharaan dan Dokumentasi

Standar Pemeliharaan dan Dokumentasi

Standar pengembangan aplikasi yang terakhir adalah standar pemeliharaan. Dengan standar ini, Anda bisa menjaga keberlanjutan aplikasi dan mendokumentasikan seluruh pengetahuan agar setiap anggota bisa memahaminya dengan baik.

Contoh Standar Pemeliharaan Sistem:

  • ISO/IEC 14764 (Software Maintenance)
  • IEEE 1063 (Software User Documentation)

Tips Untuk Menerapkan Standar Pengembangan Aplikasi dengan Konsisten

Pemilihan standar yang tepat saja tidak cukup. Sebaiknya, ikuti langkah-langkah ini untuk menerapkan standar di atas sebagai budaya kerja Anda sehari-hari:

1. Jadikan Standar sebagai Bagian dari Alur Kerja Harian

Integrasikan langsung standar pengembangan aplikasi di atas ke proses development. Anda juga bisa menggunakan checklist standar di setiap tahapan pengembangan, mulai dari planning hingga testing.

2. Gunakan Tools Otomatis untuk Membantu Kepatuhan

Gunakan tools otomatis yang sudah mendukung compliance yang berlaku. Contohnya adalah static code analysis untuk menjaga kualitas kode atau automated testing untuk mendeteksi risiko dengan cepat.

Baca juga: 7 Contoh Tools Analisis Kode Statis Terpopuler untuk Developer

3. Terapkan Standar sebagai Definition of Done

Jadikan standar sebagai syarat yang harusb dipenuhi dalam pembuatan fitur aplikasi. Dengan ini, tim Anda akan selalu memastikan bahwa aspek coding, testing, dan security telah terpenuhi.

4. LakukanCode Review dan Audit Secara Berkala

Terapkan code review untuk menjaga konsistensi standar antar developer. Anda juga bisa mengadakan audit berkala untuk memastikan standar tetap relevan dengan kebutuhan proyek.

5. Sesuaikan Standar dengan Skala dan Jenis Proyek

Tidak semua standar harus diterapkan sekaligus. Prioritaskan standar mana saja yang paling memengaruhi kualitas dan keamanan aplikasi.

Terapkan Standar Ketat untuk Kembangkan Aplikasi Berkualitas dan Aman!

Dengan menerapkan beberapa standar pengembangan aplikasi di atas, Anda bisa menjaga kualitas, efisiensi, dan keamanan aplikasi secara berkelanjutan.

Jika Anda ingin memahami bagaimana menerapkan standar ini dari sudut pandang cyber security, sebaiknya pelajari materi SDLC dari sudut pandang Green Team.

Oleh karena itu, mari daftarkan diri dalam kursus Green Team Fundamental dari Cyber Studio! Di sini, Anda akan mempelajari beberapa hal menarik, seperti prinsip secure coding, defensive coding, serta DevSecOps fundamental.

Jangan tunggu sampai ada serangan terjadi. Mari siapkan diri Anda menjadi developer yang lebih peduli keamanan sistem!

Scroll to Top