Dalam dunia cyber security modern, Green Team memastikan keamanan sistem dipertimbangkan sejak awal pengembangan sistem, bukan setelah terjadinya insiden.
Untuk memenuhi hal ini, mereka harus mengimplementasikan prinsip security by design sebagai bagian inti dari arsitektur sistem.
Security by Design adalah sebuah pendekatan pengembangan sistem yang mengintegrasikan keamanan sebagai bagian fundamental.
Dengan pendekatan ini, mereka bisa mengurangi risiko serangan sejak fase perencanaan dan menciptakan sistem yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.
Sebelum mempelajari prinsip-prinsip ini, mari pelajari mengapa konsep ini begitu penting dalam cyber security.
Mengapa Security by Design Penting untuk Green Team?
Dengan pencegahan kerentanan sejak awal, Green Team bisa mengelola keamanan secara efisien–sepanjang siklus keaktifan sistem.
- Mengurangi Patching Berulang: Perancangan sistem yang aman dapat meminimalisir kebutuhan patch sistem secara darurat. Sistem yang dibuat juga cenderung lebih stabil.
- Meminimalkan Serangan Akibat Kesalahan Desain: Dengan mempraktikkan keamanan sejak awal, Green team bisa menghilangkan kesalahan struktural yang sulit diperbaiki setelah sistem go-live.
- Meningkatkan Efisiensi Keamanan Jangka Panjang: Pendekatan ini akan menghemat waktu, biaya, dan tenaga yang dikeluarkan dalam pengelolaan keamanan.
Baca juga: Belajar DevSecOps untuk Pemula: Mindset, Konsep, dan Skill Dasar
Prinsip Security by Design yang Wajib Dipahami Green Team
Untuk bisa menerapkannya dengan konsisten, kamu perlu memahami beberapa prinsip security by design inti ini yang relevan untuk berbagai jenis sistem.
1. Least Privilege

Batasi akses pengguna dan sistem seminimal mungkin berdasarkan kebutuhan. Pembatasan ini dapat menekan dampak kebocoran akun atau eskalasi privilege yang sering dimanfaatkan hacker.
2. Secure Defaults
Sistem harus SELALU aman sejak pertama kali diaktifkan, tanpa perlu konfigurasi tambahan. Contohnya adalah firewall atau enkripsi yang langsung berjalan secara default. Pendekatan ini mengurangi risiko kesalahan konfigurasi akibat kelalaian manusia.
3. Defense in Depth

Jangan hanya mengandalkan keamanan pada satu lapisan pelindung saja. Kamu harus mengkombinasikan firewall, WAF, IAM, dan enkripsi supaya sistem ini sulit ditembus oleh pihak luar. Jika satu kontrol gagal, lapisan lain masih bisa melindungi sistem.
4. Fail Secure
Sistem harus tetap dalam kondisi aman, meskipun terjadi kesalahan atau kegagalan. Hindari menerapkan mekanisme fallback yang justru membuka akses tanpa kontrol. Prinsip ini memastikan kondisi error tidak bisa dijadikan celah keamanan.
5. Complete Mediation

Prinsip yang terakhir adalah complete mediation, yaitu verifikasi setiap permintaan akses secara konsisten. Dengan pendekatan ini, kamu bisa meminimalisir penyalahgunaan sesi atau akses yang sudah tidak valid.
Cara Implementasi Security by Design oleh Green Team
Memahami prinsip security by design saja tidak cukup, Green Team cyber security juga harus tahu bagaimana cara menerapkannya dengan praktis.
Ikuti langkah-langkah berikut ini!
1. Awali dengan Threat Modeling
Terapkan tread modelling untuk mengidentifikasi aset penting, potensi ancaman, dan titik lemah sistem sejak tahap desain.
Kamu bisa menggunakan metode STRIDE atau DREAD untuk memetakan risiko secara sistematis serta tools seperti OWASP Threat Dragon.
2. LakukanRisk Assessment Sejak Tahap Perancangan

Selanjutnya, kamu harus mengukur dampak dan probabilitas risiko sebelum pembangunan sistem berjalan. Gunakan hasil analisis ini untuk menentukan prioritas mitigasi yang paling krusial.
3. Terapkan Secure Architecture
Rancanglah arsitektur sistem dengan prinsip zero-trust dan segmentasi jaringan. Perhitungkan juga lingkungan cloud, pengaturan IAM, policy, dan logging sejak awal agar sistemmu mudah dikelola dalam jangka panjang.
4. Hardening Sistem dan Infrastruktur

Terapkan standar seperti CIS Benchmark atau NIST untuk hardening sistem untuk sistem operasi, database, API, hingga pipeline CI/CD. Hardening yang konsisten akan meminimalisir risiko eksploitasi konfigurasi.
5. Integrasikan Keamanan ke dalam SDLC
Hadirkan prinsip keamanan di setiap tahap SDLC–mulai dari perencanaan hingga deployment–bukan sekali di akhir saja. Ini menjaga keamanan dan efisiensi pipeline CI/CD-mu.
6. Gunakan Automatized Security Controls
Terakhir, gunakan juga tools seperti OpenSCAP atau Synk IaC untuk melakukan scanning konfigurasi, audit compliance, dan pemeriksaan IaC secara otomatis.
Praktik Keamanan Tambahan yang Mendukung Security by Design
Selain prinsip inti, kamu juga bisa menerapkan beberapa hal berikut untuk memperkuat penerapan Security by Design di lapangan.
Secure Coding Practices
Ajak setiap developer dalam tim kamu untuk mengikuti secure coding guideline, salah satunya OWASP ASVS. Pendekatan ini akan mencegah kerentanan umum, seperti SQL injection atau XSS.
Baca juga: Prinsip Secure Coding: Panduan Menulis Kode yang Aman
Enkripsi dan Proteksi Data
Enkripsi setiap datamu, baik saat proses transit maupun saat disimpan. Terapkan juga manajemen secret dan rotasi key untuk mengurangi risiko kebocoran data sensitif.
Monitoring dan Logging Sejak Awal
Pastikan kamu menerapkan logging sejak awal desain sistem. Dengan monitoring sejak awal, kamu bisa mendeteksi insiden dengan cepat dan akurat!
Bangun Sistem yang Aman Sejak Awal!
Dapat disimpulkan bahwa prinsip Security by Design sangat diperlukan untuk menciptakan sistem yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Setelah menerapkan setiap prinsip security by design di atas, kamu bisa mencegah risiko ancaman siber sejak awal, bukan setelah insiden ini terjadi.
Untuk menjadi seorang Green Team andal, kamu bisa mengikuti kelas Fundamental Green Team dari Cyber Studio.
Di sini, kamu akan mempelajari beberapa hal menarik, seperti prinsip secure coding, defensive coding, serta DevSecOps fundamental.
Jangan tunggu sampai ada serangan terjadi. Mari siapkan dirimu menjadi developer yang lebih peduli keamanan sistem!