7 Perbedaan SAST vs DAST: Mana yang Paling Efektif?

Banyak aplikasi terlihat berjalan dengan lancar di permukaan, tetapi menyimpan celah keamanan yang tidak terlihat oleh pengguna.

Untuk mencegah hal ini, Anda perlu melakukan pengujian keamanan. Terdapat dua metode pengujian modern yang biasa digunakan bisnis: yaitu SAST dan DAST.

Untuk menentukan mana pilihan yang terbaik dengan kebutuhan Anda, mari simak pengertian, perbedaan SAST vs DAST, beserta kelebihan dan kekurangannya.

Apa Itu SAST?

Apa Itu SAST?

Static Application Security Testing atau SAST adalah metode pengujian keamanan yang dilakukan di awal pengembangan dengan menganalisis kode sumber aplikasi tanpa menjalankannya.

Dengan SAST, tim developer dapat mendeteksi potensi kerentanan seperti SQL injection atau bug logika sebelum aplikasi dirilis.

Pengertian DAST

Pengertian DAST

Dynamic Application Security Testing atau DAST adalah metode pengujian keamanan yang dilakukan saat aplikasi sedang berjalan.

Teknik ini mensimulasikan serangan dari luar untuk menemukan celah keamanan yang muncul saat aplikasi digunakan.

Cara Kerja SAST

SAST bekerja dengan cara menganalisis source code secara langsung, mengidentifikasi kerentanan di dalam kode, dan melakukan perbaikan serta validasi.

1. Analisis Source Code Secara Langsung

Pertama, SAST akan memindai kode sumber aplikasi–tanpa perlu menjalankannya–untuk mencari pola yang berpotensi menimbulkan kerentanan keamanan.

2. Identifikasi Kerentanan pada Kode

Sistem akan mendeteksi bug seperti SQL injection, insecure function, atau kesalahan logika dan menunjukkan lokasinya secara spesifik dalam kode.

3. Perbaikan dan Validasi

Terakhir, developer dapat memperbaiki kerentanan yang ditemukan berdasarkan hasil analisis. Mereka juga bisa mengeceknya kembali untuk memastikan celah sudah tertutup.

Cara Kerja DAST

Sementara itu, DAST bekerja dengan cara mensimulasikan serangan ke aplikasi, menganalisis respon sistem, dan mengidentifikasi dan melaporkan kerentanan.

1. Simulasi Serangan ke Aplikasi

Pertama, DAST mengirimkan berbagai input berbahaya ke aplikasi sebagai cara attacker mengeksploitasi celah untuk menguji respons sistem internal.

2. Analisis Respons Sistem

Sistem akan mengamati bagaimana aplikasi merespons input tersebut dan melihat apakah ada celah keamanan yang dapat dimanfaatkan.

3. Identifikasi dan Pelaporan Kerentanan

DAST akan menghasilkan laporan mengenai celah keamanan yang ditemukan saat aplikasi berjalan. Laporan ini dapat digunakan untuk melakukan perbaikan lebih lanjut.

Baca juga: 7 Standar Pengembangan Aplikasi yang Harus Dipatuhi Green Team

Perbedaan Utama SAST vs DAST

Saat membandingkan SAST vs DAST, Anda dapat membandingkannya berdasarkan beberapa aspek berikut, yaitu legalitas dan transparansi, tujuan, minimisasi data, akurasi data, kapasitas penyimpanan, keamanan data, dan akuntabilitas.

1. Legalitas dan Transparansi

Legalitas dan Transparansi

SAST bisa mengakses kode sumber sehingga Anda bisa melihat struktur aplikasi secara transparan. Sementara itu, DAST hanya melihat perilaku aplikasi dari luar tanpa mengakses kode internal.

2. Tujuan Sistem

SAST fokus untuk mengidentifikasi kerentanan dalam kode sebelum aplikasi dijalankan. Sementara itu, DAST fokus untuk mendeteksi celah keamanan saat aplikasi sudah aktif digunakan.

3. Minimisasi Data

Minimisasi Data

SAST tidak memerlukan data runtime karena bisa menganalisis kode secara langsung. Sebaliknya, DAST perlu berinteraksi langsung dengan aplikasi yang berjalan untuk menguji respons sistem.

4. Akurasi Data

SAST mampu memberikan detail lokasi bug secara spesifik dalam kode. Di sisi lainnya, DAST memberikan gambaran nyata terhadap dampak kerentanan tanpa menunjukkan lokasi pastinya di kode.

5. Kapasitas Penyimpanan

Penyimpanan Terbatas

SAST tidak bergantung pada lingkungan runtime sehingga lebih fleksibel dalam pengujian. Berbeda dengan DAST yang bisa melakukan pengujian pada lingkungan aplikasi yang berjalan.

6. Keamanan Data

SAST membantu mencegah celah sejak awal sebelum aplikasi dirilis. Sementara itu, DAST membantu mengidentifikasi risiko yang muncul saat aplikasi digunakan di dunia nyata.

7. Akuntabilitas

Akuntabilitas

Terakhir, SAST mempermudah tim developer untuk memperbaiki masalah langsung di kode sumber.

Berbeda dengan DAST yang mempermudah tim keamanan memahami bagaimana serangan dapat terjadi di lingkungan nyata.

Kelebihan dan Kekurangan SAST

Kelebihan SAST

SAST unggul karena dapat mendeteksi kerentanan secara dini, memberikan insight detail pada kode, dan menghemat biaya perbaikan.

1. Deteksi Dini Kerentanan

SAST dapat membantu menemukan celah keamanan sebelum aplikasi dijalankan untuk mencegah masalah lebih besar di tahap produksi.

Baca juga: 5 Risiko Pengembangan Aplikasi yang Harus Diselesaikan Green Team

2. Insight Detail pada Kode

SAST bisa memberikan informasi lokasi bug secara spesifik dalam kode agar Anda bisa memperbaikinya dengan cepat dan terarah.

3. Menghemat Biaya Perbaikan

SAST bisa menemukan masalah lebih awal sehingga biaya perbaikannya lebih murah dibandingkan setelah aplikasi go-live.

Kekurangan SAST

Sementara itu, kekurangan SAST terletak pada tidak dapat mendeteksi runtime issue, berpotensi menghasilkan false positive, dan membutuhkan pemahaman kode secara mendalam.

1. Tidak Mendeteksi Runtime Issue

SAST tidak dapat menemukan celah yang hanya muncul saat aplikasi berjalan. Akibatnya, ia bisa melewatkan beberapa jenis serangann.

2. Potensi False Positive

SAST sering menghasilkan peringatan yang belum tentu benar (false positive) sehingga Anda perlu memverifikasi ulang.

3. Butuh Pemahaman Kode yang Mendalam

Hasil analisis SAST harus diinterpretasi oleh developer yang memahami kode dengan baik. Tanpa itu, perbaikan bisa menjadi kurang optimal.

Kelebihan dan Kekurangan DAST

Kelebihan DAST

Kelebihan DAST terletak pada kemampuannya untuk mendeteksi kerentanan real-time, mensimulasikan serangan nyata, dan tidak memerlukan akses kode.

1. Deteksi Kerentanan Secara Real-Time

DAST mampu menemukan celah keamanan nyata yang ditemukan saat aplikasi sedang berjalan.

2. Simulasi Serangan Nyata

DAST menerapkan pendekatan hacker untuk menguji risiko pada aplikasi yang benar-benar mungkin terjadi.

3. Tidak Perlu Akses Kode

DAST tidak membutuhkan akses ke source code aplikasi sehingga fleksibel untuk berbagai jenis sistem.

Kekurangan DAST

Sementara itu, kekurangan DAST terletak pada ketidakmampuannya untuk menunjukkan lokasi bug, bergantung pada lingkungan running, dan membutuhkan proses pengujian yang lebih lama,

1. Tidak Menunjukkan Lokasi Bug

DAST tidak memberikan detail lokasi kerentanan dalam kode sehingga Anda akan lebih sulit untuk memperbaikinya.

2. Bergantung pada Lingkungan Running

DAST hanya bisa dilakukan saat aplikasi berjalan sehingga tidak cocok digunakan di tahap awal development.

3. Proses Pengujian Lebih Lama

Pengujian dengan DAST bisa memakan waktu karena harus mensimulasikan berbagai skenario serangan.

Pilihlah Strategi Keamanan yang Tepat untuk Aplikasi Anda!

Itulah perbedaan antara SAST vs DAST yang perlu dipahami. SAST dapat mendeteksi masalah sejak awal, sementara DAST menggambarkan risiko nyata yang terjadi di lingkungan produksi.

Dengan menggabungkan keduanya, Anda dapat meningkatkan keamanan aplikasi secara menyeluruh dan mengurangi risiko serangan siber.

Untuk mempelajari bagaimana cara melindungi sistem dari ancaman siber, Anda bisa mengikuti kelas Blue Team Fundamental dari Cyber Studio.

Di sini, Anda akan mempelajari tentang jenis-jenis ancaman serta cara menghadapinya–atau tips berkarier di bidang ini.

Bersama-sama, mari bangun cyber security awareness yang tepat untuk mencegah serangan siber terkini dalam bisnis!

Scroll to Top