Passwordless vs Multi-Factor Authentication: Mana yang Lebih Aman?

Pernahkah kamu merasa khawatir akan peretasan akun pribadi?

Rasanya, tidak mungkin kita harus mengingat satu per satu dari puluhan password yang pernah dibuat sebelumnya.

Untuk itu, kamu bisa mengganti metode login akun dengan passwordless atau multi-factor authentication (MFA). Meskipun masing-masing menawarkan cara unik untuk melindungi datamu, ada perbedaan signifikan antara keduanya.

Untuk itu, yuk simak perbedaan passwordless vs multi-factor authentication supaya bisa menentukan mana metode yang cocok dengan kebutuhanmu!

Apa Itu Multi-Factor Authentication (MFA)?

Multi-Factor Authentication adalah sebuah metode keamanan yang menerapkan minimal dua lapisan verifikasi agar proses login lebih aman.

Sistem ini menggabungkan penggunaan password, PIN, token, hingga biometrik untuk menjaga keamanan akun.

Dengan pendekatan ini, akun pribadimu tetap aman meski salah satu faktor keamanan berhasil diretas hacker.

Apa Itu Passwordless Authentication?

Apa Itu Passwordless Authentication

Sementara itu, passwordless merupakan sebuah metode login yang dilakukan tanpa perlu mengetikkan kata sandi atau password. Proses autentikasinya dilakukan dengan biometrik, token keamanan, atau kunci kriptografi.

Metode ini dapat meminimalisir risiko pencurian data dan phising karena tidak adanya password. Selain memberikan keamanan, penggunaannya juga lebih mudah dibandingkan MFA.

Perbandingan Passwordless dan Multi-Factor Authentication

Apa yang membedakan passwordless dengan MFA? Intinya, passwordless lebih menekankan efisiensi, sementara MFA fokus pada verifikasi berlapis untuk menambah perlindungan.

Berikut adalah perbandingan utama keduanya.

1. Metode Autentikasi

Dalam MFA, password masih dibutuhkan sebagai komponen utamanya. Berbeda dengan passwordless yang menghapus dan menggantinya sepenuhnya dengan biometrik atau token.

Dengan pendekatan ini, proses login akun jadi lebih cepat dan meminimalisir risiko pencurian kredensial akun. 

2. Keamanan Data

Keamanan Data

Metode passwordless memberikan perlindungan yang lebih kuat karena mengurangi risiko peretasan password. Ini disebabkan karena identitasmu–yang menjadi komponen autentikasinya–sulit dipalsukan.

Sementara itu, metode MFA masih dipengaruhi oleh kekuatan password yang digunakan. Semakin lemah password, semakin tinggi risiko kebocoran password.

Baca juga: 7 Cara Melindungi Password dari Brute Force Attack versi Cyber Studio

3. Risiko Phishing

MFA bisa saja masih rentan terhadap serangan phishing, terutama jika korbannya tanpa sadar membagikan kode OTP.

Passwordless hampir sepenuhnya menghilangkan risiko ini karena proses login-nya tidak memerlukan input password atau kode OTP.

4. Kemudahan Pengguna

Kemudahan Pengguna

Passwordless jauh lebih praktis karena kamu tidak perlu mengingat atau mengetik password. Sementara itu, MFA memerlukan langkah tambahan seperti memasukkan OTP atau menggunakan aplikasi autentikator.

5. Biaya Implementasi

MFA lebih hemat biaya dan mudah diterapkan karena sudah banyak sistem yang  mendukungnya.

Berbeda dengan passwordless yang memerlukan infrastruktur tambahan untuk autentikasi biometrik atau token. Meskipun begitu, kamu tidak perlu mengeluarkan lagi biaya untuk reset password atau dukungan IT.

6. Skalabilitas Sistem

Skalabilitas Sistem

MFA cocok untuk sistem lama yang masih berbasis password. Sementara itu, metode passwordless lebih ideal untuk sistem modern berbasis cloud dengan integrasi keamanan tingkat lanjut.

AspekMulti-Factor Authentication (MFA)Passwordless Authentication
Menggunakan PasswordYaTidak
Tingkat KeamananTinggiSangat Tinggi
Risiko PhishingMasih AdaHampir Tidak Ada
Kemudahan PenggunaCukup PraktisSangat Praktis
Biaya ImplementasiLebih TerjangkauLebih Kompleks
SkalabilitasCocok untuk sistem tradisionalIdeal untuk sistem modern

Kapan Harus Memilih Multi-Factor Authentication?

Multi-Factor Authentication (MFA) ideal untuk bisnis yang ingin tingkatkan keamanan tanpa melakukan migrasi sistem besar-besaran.

Kapan Harus Memilih Multi-Factor Authentication
  1. Sistem Masih Menggunakan Password Tradisional: MFA dapat diterapkan langsung tanpa perlu ubah sistem lama sehingga memperkuat keamanan dengan cepat.
  2. Banyak Pengguna Eksternal yang Akses Sistem: Saat memiliki banyak mitra atau vendor, MFA memastikan sistem internal hanya bisa diakses dengan akun sah dengan lapisan verifikasi tambahan.
  3. Infrastruktur Belum Siap ke Teknologi Baru: Jika belum ada dukungan biometrik atau token, MFA bisa jadi solusi aman dan hemat karena kamu tak perlu membeli perangkat baru.
  4. Mematuhi Regulasi Keamanan Data: Beberapa industri mewajibkan MFA sebagai standar keamanan sehingga membantu perusahaan patuh regulasi dan lebih dipercaya pelanggan.
  5. Anggaran Keamanan Masih Terbatas: MFA menawarkan proteksi ekstra dengan biaya relatif rendah dan sudah didukung banyak platform.

Kapan Harus Memilih Passwordless?

Passwordless cocok untuk bisnis yang ingin mengkombinasikan keamanan dengan pengalaman pengguna yang optimal.

  1. Sistem Sudah Mendukung Teknologi Biometrik: Gunakan passwordless jika perangkatmu sudah mendukung Face ID atau sidik jari. Ini memberikan cara login cepat dan aman.
  2. Perusahaan Menggunakan Sistem Berbasis Cloud: Passwordless memudahkan manajemen autentikasi terpusat di lingkungan cloud dan mendukung integrasi multi-platform.
  3. Pengguna Membutuhkan Akses Cepat dan Praktis: Untuk pengguna mobile, kamu cukup sekali klik untuk login dengan biometrik. Ini membuat aktivitas lebih efisien.
  4. Risiko Phishing dan Serangan Jarak Jauh Tinggi: Tanpa password, risiko pencurian data phishing berkurang signifikan.
  5. Ingin Mengurangi Beban Dukungan IT: Passwordless mengurangi kebutuhan reset password sehingga tim IT dalam bisnis bisa fokus untuk meningkatkan keamanan.

Baca juga: 6 Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi dalam Bisnis

Mana yang Lebih Baik, Passwordless atau Multi-Factor Authentication?

Saat membandingkan passwordless vs multi-factor authentication, keduanya punya keunggulannya masing-masing.

MFA cocok untuk bisnis yang ingin menambah lapisan keamanan tanpa perubahan besar, sementara Passwordless menjadi solusi yang lebih efisien dan aman dari risiko pencurian kredensial. Pilihlah sesuai kesiapan sistem dan kebutuhan keamananmu!

Ingin belajar lebih dalam soal keamanan digital? Cobalah untuk mengikuti juga kelas introduction to blue team dari Cyber Studio! Di sini, kamu bisa mempelajari tentang jenis-jenis ancaman serta cara menghadapinya–atau tips berkarier di bidang ini.

Dengan panduan dari mentor berpengalaman dan studi kasus nyata dari industri, kami membantumu tetap unggul di dunia profesional.

Kunjungi halaman learning path kami dan tingkatkan pengetahuanmu dalam mencegah serangan siber terkini!

Scroll to Top