Dalam pengembangan software modern, kebutuhan bisnis dan pengguna sering kali berubah dengan sangat cepat.
Apakah Anda mengalami hal ini? Jika iya, saatnya menerapkan metode SDLC Agile sebagai pendekatan untuk menjawab tantangan ini secara efektif.
Dengan metode ini, Anda beserta tim bisa mengembangkan sistem secara bertahap namun dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan, tanpa mengorbankan kualitasnya.
Sebelum menggunakannya, mari simak pengertian, prinsip utama, tahapan SDLC Agile, hingga kapan waktu penggunaannya yang tepat.
Apa Itu Metode SDLC Agile?

Metode SDLC Agile adalah pendekatan pengembangan sistem yang menekankan proses iteratif, inkremental, dan kolaboratif.
Metode Agile muncul karena metode pengembangan tradisional yang sulit beradaptasi dengan perubahan kebutuhan.
Dengan metode ini, Anda bisa menghasilkan software yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.
Perbandingan Metode SDLC Agile dengan Metode Lainnya
Setiap metode SDLC memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing.
Untuk membantu Anda memahami posisi Agile, berikut kami sajikan perbandingan singkat antara Agile dan beberapa metode SDLC lainnya.
| Aspek | Agile | Waterfall | Spiral | V-Model |
| Fleksibilitas | Sangat tinggi | Rendah | Menengah | Rendah |
| Alur Kerja | Iteratif & inkremental | Linear & berurutan | Iteratif berbasis risiko | Linear dengan testing berpasangan |
| Respons Perubahan | Cepat | Sulit | Cukup fleksibel | Sulit |
| Keterlibatan Stakeholder | Intens & berkelanjutan | Terbatas di awal | Berkala | Terbatas |
| Dokumentasi | Adaptif | Sangat lengkap | Lengkap | Sangat terstruktur |
Baca juga: 6 Metode SDLC Terpopuler yang Dapat Digunakan DevSecOps
Prinsip Utama dalam Metode SDLC Agile
Agar Agile berjalan efektif, terdapat beberapa prinsip utama yang menjadi pondasinya. Berikut prinsip utama dalam metode SDLC Agile:
1. Pengembangan Bersifat Iteratif dan Inkremental
Dalam Agile, Anda akan melakukan pengembangan dalam siklus pendek (sprint). Setiap sprint menghasilkan peningkatan fungsional yang dapat langsung diuji. Dengan pendekatan ini, Anda bisa menjalankan perbaikan berkelanjutan sejak tahap awal.
2. Kolaborasi Aktif Antara Tim dan Stakeholder

Metode SLDC Agile mengharuskan komunikasi intens antara developer, stakeholder, dan pengguna. Kolaborasi ini dilakukan agar developer bisa membuat sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis secara keseluruhan.
3. Respons Cepat terhadap Perubahan Kebutuhan
Perubahan dianggap sebagai bagian alami dari proses pengembangan ini. Maka dari itu, Anda diwajibkan untuk siap menyesuaikan backlog dan prioritas setiap kali dibutuhkan. Ini membuat sistem yang dibuat tetap relevan dengan kondisi terkini.
Tahapan SDLC Agile
Berbeda dengan metode linear, Agile memiliki tahapan yang berulang dan saling terhubung,. Mari simak tahapan utama yang akan Anda lalui saat menggunakan metode SDLC satu ini!

1. Perencanaan Awal
Pertama, Anda harus menyusun product backlog berdasarkan kebutuhan pengguna dan menerapkan sprint planning. Proses ini membantu menentukan pekerjaan mana yang akan diselesaikan dalam satu siklus.
2. Pengembangan dalam Sprint
Selanjutnya, Anda atau tim developer akan diminta untuk mengembangkan fitur sesuai backlog yang telah ditentukan.
Proses pengembangan dilakukan secara kolaboratif dan fokus pada target sprint. Setiap sprint biasanya dilakukan dalam jangka waktu 1–4 minggu.
3. Pengujian dan Evaluasi Berkelanjutan
Tahapan selanjutnya adalah pengembangan yang disertai dengan pengujian. Di sini, setiap fitur akan diuji untuk memastikan kualitas dan fungsionalitasnya. Anda juga harus menerapkan evaluasi berkelanjutan untuk menemukan masalah lebih cepat.
4. Review dan Peningkatan Berulang
Di akhir sprint, Anda akan melakukan sprint review bersama stakeholder. Stakeholder akan memberikan beberapa feedback untuk diterapkan pada perbaikan di sprint berikutnya. Proses ini memastikan peningkatan kualitas produk secara konsisten.
Kelebihan Metode SDLC Agile
Agile menawarkan beberapa keunggulannya untuk pengembangan sistem yang lebih adaptif dan sesuai kebutuhan pengguna.
Mari kita simak beberapa kelebihan utama metode pengembangan software Agile:
1. Fleksibel terhadap Perubahan Kebutuhan
Dengan Agile, Anda bisa menerapkan perubahan pada sistem dengan cepat, tanpa mengganggu proyek sepenuhnya. Hal ini sangat dibutuhkan di lingkungan bisnis yang dinamis.
2. Mempercepat Pengumpulan Feedback Pengguna

Setiap sprint akan menghasilkan output yang bisa dievaluasi. Pengguna dapat memberikan masukan sejak awal. Feedback cepat membantu meningkatkan kesesuaian produk dengan kebutuhan nyata.
3. Meningkatkan Kualitas Produk Secara Bertahap
Dalam Agile, Anda akan melakukan pengujian berkelanjutan untuk menjaga kualitas di setiap iterasi. Sistem yang dibuat pun menjadi lebih stabil dan matang dan minim risiko.
Kekurangan Metode SDLC Agile
Akan tetapi, metode ini juga memiliki beberapa keterbatasan, yaitu tidak selalu cocok untuk semua jenis proyek.
Berikut adalah beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan:
1. Membutuhkan Komunikasi Tim yang Intens
Agile sangat bergantung pada komunikasi aktif antar divisi. Jika kolaborasi tidak berjalan baik, proses pengembangan bisa terhambat.
2. Kurang Cocok untuk Kebutuhan yang Sangat Stabil
Proyek dengan requirement yang jarang berubah tidak selalu membutuhkan Agile. Anda bisa menggunakan metode lain–seperti Waterfall–yang lebih efisien.
Baca juga: Metode SDLC Waterfall: Arti, Tahapan, dan Kelebihannya
3. Seringkali Lebih Minim Dokumentasi
Agile lebih fokus pada sistem yang berjalan dibanding dokumentasi lengkap. Jika tidak dikontrol, Anda bisa lupa untuk mendokumentasikannya. Hal ini dapat menyulitkan kebutuhan maintenance jangka panjang.
Kapan Metode SDLC Agile Sebaiknya Digunakan?
Berikut adalah beberapa situasi yang tepat untuk Anda yang ingin menerapkan metode SDLC Agile, yaitu proyek dengan kebutuhan yang sering berubah, memiliki tim pengembang skala kecil, dan mengutamakan pengalaman pengguna.

- Proyek dengan Kebutuhan yang Sering Berubah: Agile cocok untuk proyek yang dinamis dan terus berkembang sehingga tim dapat menyesuaikan arah pengembangan tanpa hambatan.
- Tim Pengembang Berukuran Kecil Hingga Menengah: Ukuran tim yang relatif kecil lebih intens untuk komunikasi. Hal ini membuat kolaborasi Agile dapat berjalan lebih efektif dan terkontrol.
- Produk yang Mengutamakan Pengalaman Pengguna: Dengan Agile, Anda bisa melakukan iterasi dengan cepat berdasarkan feedback pengguna untuk mengembangkan sistem berbasis user experience.
Saatnya Memahami Agile Secara Lebih Dalam!
Dibandingkan metode lainnya, Metode SDLC Agile menawarkan pendekatan pengembangan yang fleksibel, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan.
Dengan memahami arti, prinsip, tahapan, serta kelebihan dan kekurangannya, Anda dapat menentukan apakah Agile sesuai dengan kebutuhan proyek Anda.
Jika Anda ingin mempelajari secure SDLC secara lebih mendalam, Anda perlu pendekatan dari Green Team. Oleh karena itu, mari daftarkan diri dalam kursus Green Team Fundamental dari Cyber Studio!
Di sini, Anda akan mempelajari beberapa hal menarik, seperti prinsip secure coding, defensive coding, serta DevSecOps fundamental.
Jangan tunggu sampai ada serangan terjadi. Mari siapkan diri Anda menjadi developer yang lebih peduli keamanan sistem!