Black Hat Hacker Adalah: Arti, Dampak, dan Tips Mencegahnya

Di balik banyaknya insiden atau cyber attack yang dialami, seringkali pelakunya merupakan sosok yang disebut sebagai black hat hacker. Berbeda dengan white hat hacker, jenis hacker ini cenderung merugikan Anda ataupun orang dalam jumlah yang banyak.

Namun, pertanyaannya apa yang dimaksud dengan istilah black hat hacker? Apa motivasi mereka, cara mereka bekerja, dan seberapa besar kerusakan yang bisa ditimbulkan? Simak artikel ini untuk mengetahui pengertian black hat hacker, aktivitas dan data yang mereka ambil, serta tips mencegah perangkat Anda dari serangan mereka!

Ilustrasi Black Hat Hacker

Apa Itu Black Hat Hacker?

Black hat hacker adalah seorang atau sekelompok peretas jahat yang melanggar hukum dan etika demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Umumnya, mereka menggunakan skill teknis serta pengetahuannya tentang sistem keamanan untuk membobol, mencuri data, atau merusak sistem tanpa izin. 

Berbeda dengan white hat hacker yang bekerja untuk memperkuat keamanan, black hat justru bekerja untuk menghancurkannya. Berikut adalah ciri-ciri utama dari black hat hacker:

  • Sering menyembunyikan identitasnya
  • Melakukan tindak kriminal untuk keuntungan pribadi
  • Menggunakan malware serta exploit
  • Beroperasi dalam website dark web
  • Tidak memiliki otorisasi atas seluruh tindakan mereka dilakukan tanpa izin dari pemilik sistem atau data.

Aktivitas Black Hat Hacker

Ada beberapa metode dan teknik yang digunakan black hat hacker. Biasanya, aktivitas mereka sangat merugikan dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Simak beberapa jenis kegiatan yang umum dilakukan oleh kelompok ini:

1. Phishing

Teknik phising biasanya mengandalkan metode manipulasi psikologis agar korban memberikan data-data sensitifnya seperti password atau nomor kartu kredit. Supaya lebih kredibel, mereka suka menyamar sebagai pihak terpercaya dan mengirimkan pesan atau tautan berisikan phising melalui email palsu atau situs web tiruan.

2. Ransomware Attack

Black hat hacker akan mengirimkan program berbahaya yang mengenkripsi data korban. Untuk mengembalikan akses tersebut, mereka akan meminta tebusan dengan nominal yang tidak masuk akal. Serangan ini sangat merugikan dan bisa melumpuhkan sistem perusahaan.

3. SQL Injection

Jenis hacker ini akan menyusupkan perintah berbahaya ke dalam formulir atau URL di situs web Anda apabila tingkat keamanannya rendah. Hal ini dilakukan supaya mereka dapat mengakses database website atau memodifikasi isinya.

4. Distributed Denial of Service (DDoS)

Serangan ini dilakukan dengan membanjiri server dengan lalu lintas yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan server tersebut lambat, tidak responsif, hingga offline mendadak. 

Selain tidak mampu melayani permintaan pengguna lain, serangan ini juga menyebabkan gangguan layanan bisnis secara besar-besaran.

5. Malware Deployment

Cara ini dilakukan dengan menanamkan perangkat lunak berbahaya dalam sistem target. Tujuannya adalah untuk mencuri data, merusak file, atau mengambil alih kendali sistem internal sepenuhnya.

Data-data yang Dicuri Black Hat Hacker

Dalam banyak kasus serangan siber, biasanya para black hat hacker akan menargetkan informasi vital yang bernilai tinggi di pasar gelap. Jenis data yang mereka incar sangat beragam, mencakup berbagai aspek dari kehidupan individu dan bisnis.

1. Data Pribadi

Informasi pribadi yang menjadi incaran hacker ini adalah nomor KTP, NPWP, alamat, serta nomor telepon Anda. Umumnya, informasi ini mereka gunakan untuk melakukan pencurian identitas, membuka rekening bank palsu, melakukan pinjaman online ilegal, pembobolan rekening, atau menyamar sebagai korban untuk penipuan lebih lanjut.

2. Data Perusahaan

Selanjutnya adalah data-data perusahaan seperti rencana bisnis dan strategi pemasaran. Informasi internal perusahaan sangat berharga bagi pesaing. Data seperti strategi produk atau target pasar yang bocor dapat mempengaruhi keunggulan kompetitif suatu perusahaan.

3. Akses Sistem

Black hat hacker dapat memasuki sistem internal dengan mencuri username dan password Anda. Hal ini memungkinkan mereka mencuri lebih banyak data atau mengubah sistem dari dalam tanpa terdeteksi.

4. Rahasia Dagang

Semua perusahaan merahasiakan formula produk, hasil riset, dan teknologi eksklusif yang mereka miliki.  Inovasi dan hasil penelitian bertahun-tahun bisa hilang dalam sekejap jika jatuh ke tangan pesaing atau dijual di pasar gelap. Ini menghambat pertumbuhan dan merugikan perusahaan secara strategis dan finansial.

Dampak Serangan Black Hat Hacker

Serangan dari black hat hacker bukanlah hal sepele. Dampaknya sangat luas–meliputi aspek keuangan, reputasi, hukum, dan operasional. Banyak perusahaan yang bahkan gulung tikar karena tidak mampu pulih dari serangan siber.

1. Kerugian Finansial Besar akibat pencurian atau kerusakan sistem

Serangan black hat hacker mengakibatkan pencurian informasi atau kerusakan sistem internal bisnis. Setidaknya Anda perlu mengeluarkan miliaran rupiah untuk menutupi biaya pemulihan sistem, kehilangan pendapatan, dan pembayaran tebusan.

2. Penurunan Reputasi

Saat data-data pelanggan bocor, tingkat kepercayaan publik terhadap bisnis Anda juga akan berkurang. Akibatnya, para konsumen akan ragu untuk bertransaksi dan tingkat loyalitasnya juga berkurang secara signifikan.

3. Terkena Risiko Hukum

Beberapa negara, termasuk Indonesia, diwajibkan untuk melindungi data-data pelanggannya. Peraturan ini tercantum langsung dalam UU PDP atau Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 UU PDP. Perusahaan yang lalai bisa dikenai sanksi hukum atau denda besar.

4. Gangguan Operasional

Saat sistem down akibat serangan, aktivitas bisnis terganggu. Dalam proses yang singkat, karyawan tidak dapat bekerja optimal, membuat proses bisnis tersendat, dan tidak dapat mencapai target bisnis.

5. Kehilangan Kepercayaan dari Investor dan Mitra Bisnis

Investasi sangat bergantung pada kredibilitas dan keamanan perusahaan. Saat terkena serangan, para investor akan mundur dan mitra bisnis akan memilih untuk bekerja sama dengan pihak lain yang lebih aman.

Tips Mencegah Serangan Black Hat Hacker

Untuk melindungi sistem dari serangan black hat hacker, Anda perlu memerlukan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan satu lapisan keamanan, Anda perlu menyusun strategi menyeluruh yang mencakup teknologi, manusia, dan proses.

1. Gunakan Firewall dan Antivirus Terbaru

Firewall dan antivirus akan menjadi garis pertahanan pertama dalam melindungi web Anda. Selain itu, lakukan juga pembaruan berkala untuk mengenali ancaman terbaru dan mencegah infeksi sistem.

Berikut adalah beberapa jenis firewall yang dapat dipertimbangkan:

  • Packet Filtering Firewall: Menyaring lalu lintas data berdasarkan alamat IP sumber, alamat IP tujuan, port, dan protokol.
  • Stateful Inspection Firewall: Memeriksa header paket dan melacak status koneksi aktif (state).
  • Proxy Firewall: Perantara (proxy) antara pengguna dan internet. Firewall ini membantu memeriksa permintaan aplikasi seperti HTTP atau FTP secara mendalam.
  • Next-Generation Firewall (NGFW): Firewall dengan fitur deteksi dan pencegahan intrusi (IPS), inspeksi paket mendalam (DPI), serta kontrol aplikasi dan identitas pengguna.
  • Web Application Firewall (WAF): Firewall untuk melindungi aplikasi web dari SQL injection, cross-site scripting (XSS), dan CSRF.
  • Personal Firewall: Jenis firewall yang dapat melindungi laptop atau PC individu dari akses tidak sah, baik dari dalam maupun luar jaringan.

2. Terapkan Autentikasi Dua Faktor (Two-Factor Authentication)

Bentuk security ini menerapkan langkah perlindungan tambahan selain password biasa. Contoh autentikasi ini antara lain verifikasi SMS, email, atau biometrik. Dengan autentikasi ini, Anda dapat mengurangi risiko cyber attack.

Berikut adalah cara menerapkan autentikasi dua faktor di perangkat Anda:

Aktifkan 2FA di Pengaturan Akun 

  • Masuk ke akun yang ingin Anda amankan–misalnya email, media sosial, atau layanan lainnya.
  • Cari opsi Keamanan atau Privasi di menu pengaturan.
  • Pilih Autentikasi Dua Faktor dan ikuti langkah-langkah untuk mengaktifkannya.

Pilih Metode Verifikasi Tambahan

Pilihlah satu dari berbagai metode seperti kode SMS, aplikasi autentikasi (misalnya Google Authenticator atau Microsoft Authenticator), atau kunci keamanan fisik.

Simpan Kode Pemulihan

Simpan kode cadangan untuk pemulihan jika Anda kehilangan akses autentikasi ini. Anda dapat menyimpannya di aplikasi catatan terenkripsi atau mencetak dan menyimpannya di tempat aman.

Uji Coba

Coba untuk logout lalu login akun kembali menggunakan 2FA untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

3. Adakan Pelatihan Cyber Security

Banyak serangan cyber yang terjadi akibat kelalaian manusia. Untuk itu, Anda sebaiknya mengadakan pelatihan cyber security secara rutin. Selain memahami jenis-jenis ancaman, mereka juga dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak awal.

Jika Anda sedang mencari pelatihan cyber security pemula, pertimbangkan untuk ikut kelas flexi atau live dari Coding Studio. Sebaliknya, untuk mid-level dan expert dapat mengikuti learning path dari Cyber Studio.

4. Lakukan Penetration Testing Secara Berkala

Pengujian penetrasi dilakukan membantu mengidentifikasi celah dalam sistem keamanan. Anda perlu mengetahui dan memperbaiki celah keamanan ini sesegera mungkin sebelum dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Berikut adalah tahapan penetration testing yang dapat Anda lakukan: 

Proses Penetration Testing

5. Perbarui Software dan Patch Keamanan secara Rutin

Sistem yang tidak diperbarui lebih rentan terhadap eksploitasi. Untuk itu, pastikan seluruh perangkat lunak Anda telah di-update hingga mencapai versi terbaru sehingga dilengkapi dengan patch keamanan terbaik.

6. Pantau Aktivitas Jaringan dan Audit Sistem secara Berkala

Langkah terakhir untuk mencegah serangan black hat hacker adalah memantau aktivitas jaringan. Dengan ini, Anda dapat mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih awal. Lakukan juga audit sistem secara berkala untuk mengungkap potensi risiko yang tersembunyi.

Mari Belajar Ethical Hacking Demi Masa Depan yang Aman!

Itulah penjelasan dari black hat hacker, kerugian yang mereka sebabkan, hingga tips menghindari serangannya. Black hat hacker adalah sebuah ancaman nyata di dunia digital yang dapat menyebabkan kerugian besar bagi individu dan perusahaan.

Melihat betapa seriusnya ancaman mereka, sudah saatnya kita meningkatkan pengetahuan tentang cyber security. Dengan memahami bagaimana hacker bekerja beserta pencegahan, Anda dapat melindungi sistem beserta data internal secara lebih efektif.

Jika Anda ingin lebih memahami dunia keamanan siber dan bagaimana cara melindungi sistem dari serangan hacker, pertimbangkan untuk mempelajari ethical hacking dan mengikuti pelatihan Cyber Security dari Cyber Studio!

Dengan membeli kursus ini, Anda akan mendapatkan materi belajar dalam video learning berkualitas terbaik. Selain itu, kami juga akan memberikan case study dan sertifikat kredibel untuk membangun portofolio karier terbaru Anda!

Tunggu apalagi? Kunjungi website Cyber Studio sekarang dan pilihlah paket kursus sesuai kebutuhan Anda!

Scroll to Top