Ketika sedang asik browsing, pernahkan halaman yang kamu buka mengarahkanmu ke website lain yang tidak sesuai dengan keinginanmu? Ini merupakan proses singkat dari redirecting.
Selain menganggu kenyamanan browsing, proses redirecting juga berpotensi menyebabkan risiko pencurian informasi pribadi hingga penyebaran malware.
Maka dari itu, kamu perlu mengenali jenis, cara kerja, serta cara mengatasi redirecting berbahaya untuk memproteksi diri dan perangkat yang digunakan dengan tepat.
Apa Itu Redirecting?
Redirecting adalah proses pengalihan otomatis dari satu situs web ke situs lain tanpa persetujuan atau sepengetahuan pengguna.
Jadi, saat kamu mengklik sebuah link, bukannya masuk ke halaman yang diinginkan, malah diarahkan ke website lain yang bisa jadi berbahaya.
Redirecting ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Redirecting iklan: Situs yang memaksa memuat iklan berlebihan yang mengarahkanmu ke halaman produknya.
- Redirecting malware: Script berbahaya yang mengarahkanmu ke website penyebar virus atau spyware.
- Redirecting phishing: Mengalihkanmu ke website palsu yang mencoba mencuri data login dan informasi sensitif.
Cara Kerja Redirecting
Sebelum kita membahas bahayanya, ada baiknya kita pahami dahulu bagaimana redirecting ini bekerja. Berikut adalah proses redirecting secara singkat:
- Pertama, browser menerima permintaan akses ke sebuah URL tertentu yang ingin kamu tuju, misalnya tautan dari email, pesan, atau website.
- Server atau halaman website-mu akan memeriksa pengaturan redirect. Sayangnya, beberapa penyerang memanipulasi pengaturan ini.
- Saat redirect berbahaya aktif, server atau script akan mengirimkan status HTTP 301 atau 301. Ia juga akan mengarahkan browser ke situs berbahaya tanpa persetujuanmu.
- Penyerang memanfaatkan redirect dari situs ini untuk mencuri data pribadimu, menyebarkan virus, atau melakukan phishing.
- Kamu akan terjebak dalam redirect berbahaya jika tidak ada pengecekan dan proteksi memadai.
Bahaya Redirecting yang Harus Diwaspadai
Meskipun terkesan sepele, redirecting yang berbahaya juga dapat merugikanmu sebagai salah satu pengguna internet.
Mari simak beberapa bahaya redirecting yang harus kamu waspadai!
1. Risiko Keamanan

Melalui redirecting, penyerang dapat memasukkan malware dan spyware ke dalam perangkatmu tanpa disadari.
Ini tentu akan membahayakan sistem dan data-data pribadimu. Mereka akan mencuri data-data sensitif, seperti password, nomor kartu, atau data penting lainnya.
Baca juga: 6 Cara Menjaga Keamanan Sistem Informasi Dalam Bisnis
2. Dampak pada Pengalaman Pengguna
Pasti kamu merasa kesal jika aktivitas browsing kamu terganggu karena redirect yang tidak diinginkan, ‘kan? Redirect secara tiba-tiba membuat proses navigasimu menjadi lebih sulit.
Lama kelamaan, kamu jadi tidak terlalu percaya lagi pada website dan brand tersebut karena menganggap website-nya kurang aman dan tidak profesional.
3. Kerusakan Reputasi Website

Bagi pemilik website, redirecting berbahaya akan mengganggu kenyamanan pengunjung dan berpotensi meninggalkan website kamu. Redirecting berbahaya ini juga akan mengganggu keamanan data mereka.
4. Penurunan SEO
Terakhir, search engine juga akan memberikan penalti pada website yang mengandung redirect mencurigakan. Dalam berbagai kasus, peringkat website-mu dapat turun drastis di halaman pencarian mereka.
Cara Mengatasi Redirecting
Bagaimana jika kamu sudah menjadi korban dari proses redirecting berbahaya?
Terapkan beberapa langkah di bawah ini agar kamu tidak terganggu lagi dengan proses redirecting ini!
1. Scan dan Bersihkan Malware

Pertama, gunakan software antivirus terpercaya untuk memindai dan menghapus malware yang menyisipkan script redirect.
Setelah itu, lakukan reset browser dan hapus cache serta cookie yang mencurigakan. Ini membuat browser-mu kembali normal dan bebas dari proses redirect.
2. Periksa dan Update Pengaturan Website
Jika kamu berperan sebagai pemilik website, selalu cek setting proses redirect ini di CMS atau server. Pastikan untuk selalu memperbarui plugin keamanan dan file konfigurasi–seperti .htaccess–untuk mencegah redirect ilegal.
3. Hati-hati dengan Link dan Aplikasi
Hindari klik link apa pun yang ada di email, chat, atau aplikasi yang kurang dikenal. Periksa juga perizinan aplikasi dalam perangkatmu dan hindari memasang aplikasi dari sumber tidak jelas yang berpotensi menyisipkan redirect berbahaya.
4. Pengaturan Browser untuk Blokir Redirect

Aktifkan fitur blokir popup dan redirect otomatis di browser populer, seperti Chrome, Firefox, atau Edge.
Manfaatkan juga mode aman dan pengaturan keamanan tambahan untuk meminimalisir risiko keamanan digital.
5. Gunakan Ekstensi Keamanan Browser
Selanjutnya, kamu bisa memasang ekstensi browser untuk memblokir proses redirect berbahaya dan melaporkan website phishing.
Dengan ini, browser-mu jadi memiliki lapisan keamanan tambahan sehingga lebih aman digunakan.
Baca juga: 4 Cara Cek Keamanan Website: Panduan Dari Cyber Studio
6. Update Sistem dan Perangkat Lunak secara Berkala

Terakhir, pastikan untuk selalu memperbarui sistem operasi dan browser yang digunakan untuk mendapatkan patch keamanan terbaru.
Patch ini dapat melindungi perangkat dan data-data di dalamnya dari ancaman redirecting berbahaya.
Waspadai Ancaman Siber untuk Keamanan Datamu!
Sekarang, kamu sudah tahu bahwa redirecting bisa menjadi ancaman yang nyata. Proses ini dapat memengaruhi keamanan, privasi, bahkan keuanganmu. Maka dari itu, penting bagimu untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi redirecting secara efektif.
Untuk mempertahankan keamanan data lebih lanjut, cobalah untuk mengikuti juga kelas introduction to blue team dari Cyber Studio! Di sini, kamu bisa mempelajari tentang jenis-jenis ancaman serta cara menghadapinya–atau tips berkarier di bidang ini.
Dengan panduan dari mentor berpengalaman dan studi kasus nyata dari industri, kami membantumu tetap unggul di dunia profesional.
Kunjungi halaman learning path kami dan tingkatkan pengetahuanmu dalam mencegah serangan siber terkini!