8 Tahapan DevSecOps Lengkap yang Perlu Diikuti Pemula

Banyak tim developer yang fokus untuk mengembangkan aplikasi dengan cepat, namun justru seringkali melupakan keamanannya.

Akibatnya, mereka baru menemukan celah keamanan setelah aplikasi sudah dirilis–bahkan ketika sudah terjadi serangan.

Situasi ini tidak hanya memperlambat perbaikan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian yang besar.

Untuk itu, mereka perlu memahami dan mengikuti beberapa tahapan DevSecOps berikut agar dapat membangun aplikasi secara cepat dan aman.

Tahapan DevSecOps dalam Pengembangan

Dalam DevSecOps, keamanan tidak ditempatkan di akhir, melainkan di setiap tahap pengembangan.

Dengan pendekatan ini, dipastikan bahwa setiap proses yang dilakukan developer sudah mempertimbangkan risiko sejak awal.

1. Planning

Tahap Planning

Tahap ini fokus pada perencanaan keamanan sebelum proses coding dimulai. Di sini, tim diharuskan untuk melakukan identifikasi risiko, threat modeling, serta menentukan kebutuhan keamanan sistem.

2. Coding

Pada tahap coding, developer mulai menulis kode dengan pendekatan secure coding. Anda bisa menggunakan tools–seperti SAST dan secret scanning–untuk mendeteksi potensi kerentanan sejak awal.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan software composition analysis untuk mengidentifikasi risiko dari library yang digunakan.

3. Building

Tahap Building

Di tahap build ini, developer harus memastikan bahwa aplikasi yang dikompilasi bebas dari komponen berisiko.

Proses ini mencakup pembuatan software bill of materials (SBOM) untuk melacak komponen yang digunakan serta container scanning untuk memastikan keamanan lingkungan aplikasi.

4. Testing

Tahapan DevSecOps selanjutnya adalah testing, di mana developer akan menguji aplikasi yang sedang berjalan untuk menemukan celah keamanan. Di sini, Anda perlu menggunakan metode DAST dan penetration testing untuk mensimulasikan serangan nyata terhadap sistem.

5. Releasing

Tahap Releasing

Sebelum dirilis, aplikasi harus melalui proses validasi keamanan. Tahap ini mencakup container signing untuk memastikan tidak ada perubahan integritas aplikasi sejak build serta terpenuhinya semua dokumentasi dan kebutuhan keamanan.

6. Deploying

Saat deployment, Anda perlu melakukan pengecekan integritas aplikasi untuk memastikan tidak adanya perubahan pada aplikasi.

Anda juga perlu menggunakan Infrastructure as Code (IaC) untuk memastikan konsistensi dan keamanan konfigurasi sistem.

7. Operating

Tahap Operating

Tahap operasi difokuskan untuk melakukan pemantauan sistem secara real-time. Anda perlu melakukan SOC monitoring dan audit log untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Selain itu, Anda juga harus melakukan vulnerability dan patch management untuk melindungi sistem dari ancaman terbaru.

8. Monitoring

Tahapan DevSecOps terakhir adalah monitoring yang dilakukan dengan cara mengevaluasi sistem yang berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, Anda juga perlu melakukan  post-incident review untuk memahami penyebab masalah.

Manfaat Menerapkan Tahapan DevSecOps

Dengan menerapkan beberapa tahapan DevSecOps di atas, Anda bisa mendapatkan banyak keuntungan, seperti menjaga keamanan sejak awal pengembangan, meminimalisir risiko dan biaya perbaikan, serta meningkatkan kualitas dan kepercayaan produk.

1. Keamanan Sejak Awal Pengembangan

Dengan DevSecOps, Anda bisa menerapkan keamanan sejak tahap awal pengembangan. Hal ini membantu mencegah celah sebelum aplikasi dirilis.

2. Mengurangi Risiko dan Biaya Perbaikan

Dengan menerapkan tahapan DevSecOps, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya berlebih yang disebabkan insiden keamanan. Hal ini juga mempercepat proses pengembangan secara keseluruhan.

3. Meningkatkan Kualitas dan Kepercayaan Produk

Aplikasi yang aman lebih dipercaya pengguna. Selain itu, sistem yang lebih stabil dan terlindungi menjadi bentuk nyata bahwa bisnis Anda dapat memberikan layanan yang lebih baik.

Kesalahan Umum dalam Menerapkan DevSecOps

Meskipun DevSecOps menawarkan banyak manfaat, implementasinya sering tidak berjalan optimal. Mari kenali beberapa kesalahan umum yang harus Anda hindari:

1. Menganggap Security Hanya Tanggung Jawab Tim Security

Dalam DevSecOps, keamanan adalah tanggung jawab bersama seluruh tim–bukan hanya tim security. Tanpa adanya kolaborasi, celah keamanan akan lebih sulit terdeteksi sejak awal.

2. Tidak Mengintegrasikan Security Sejak Awal

Beberapa tim masih menerapkan keamanan di tahap akhir pengembangan. Akibatnya, mereka terlambat menemukan risiko baru dan harus mengeluarkan biaya perbaikan yang lebih besar.

3. Mengabaikan Monitoring Setelah Deployment

Setelah aplikasi dirilis, sebagian tim menganggap pekerjaan sudah selesai. Padahal, Anda perlu melakukan monitoring untuk mendeteksi ancaman yang muncul di lingkungan nyata.

DevSecOps untuk Pemula: Harus Mulai dari Mana?

Bagi pemula, konsep ini mungkin terasa kompleks karena melibatkan banyak proses dan tools. Namun, Anda bisa mempelajari DevSecOps secara bertahap dengan pendekatan yang lebih sederhana.

1. Mulai dari Pemahaman Dasar Security

Sebelum masuk ke DevSecOps, pahami dahulu konsep dasar keamanan siber dan ancaman-ancaman yang umum seperti malware, phishing, dan vulnerability.

2. Pahami Software Development Lifecycle (SDLC)

Pahami Software Development Lifecycle (SDLC)

DevSecOps berjalan di atas siklus pengembangan aplikasi. Oleh karena itu, pahami juga alur SDLC untuk melihat di mana saja Anda harus menerapkan praktek keamanan.

3. Latihan Melalui Studi Kasus atau Project

(Gambar disini)

Belajar DevSecOps akan lebih efektif jika dilakukan secara praktik. Maka dari itu, Anda bisa mencoba simulasi keamanan atau mengerjakan project sederhana untuk memahami konsep secara nyata.

4. Ikuti Pelatihan atau Learning Path yang Terstruktur

Sebagai alternatif belajar mandiri, Anda bisa mengikuti program pembelajaran terstruktur. Dengan bimbingan yang tepat, Anda dapat memahami DevSecOps secara lebih cepat.

Bangun Aplikasi Aman Sejak Awal dengan Prinsip DevSecOps!

Itulah beberapa tahapan DevSecOps yang harus Anda terapkan untuk membangun sistem yang lebih aman, efisien, dan siap menghadapi ancaman siber. 

Dengan pendekatan ini, Anda tidak hanya mempercepat development–tetapi juga meningkatkan kualitas dan kepercayaan pengguna.

Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang implementasi DevSecOps dan cara mengembangkan aplikasi modern dengan aman, saatnya mengikuti kursus Green Team Fundamental dari Cyber Studio.

Program ini dirancang untuk membantu Anda memahami secure coding, defensive coding, hingga dasar DevSecOps secara praktis dan terstruktur.

Jangan tunggu sampai ada serangan terjadi. Tingkatkan kemampuan Anda bersama kami untuk menjadi developer yang lebih peduli terhadap keamanan sistem!

Scroll to Top