Kenali 5 Perbedaan DoS dan DDoS dalam Serangan Jaringan

Pernah membuka website atau aplikasi lalu tiba-tiba tidak bisa diakses? Kondisi seperti ini tidak selalu terjadi karena server bermasalah.

Dalam dunia cyber security, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya serangan jaringan seperti DoS atau DDoS. Serangan ini mengakibatkan website menjadi lambat, error, bahkan down total.

Namun, meskipun serupa, ternyata ada beberapa perbedaan DoS dan DDoS yang perlu Anda ketahui agar tidak salah mengenalinya.

Mari simak artikel ini untuk mempelajari pengertian, perbedaan antara keduanya, cara kerja, hingga cara mencegahnya untuk menjaga keamanan sistemmu sepenuhnya!

Apa Itu DoS?

DoS atau Denial of Service adalah jenis serangan jaringan yang bertujuan membuat sebuah sistem, server, atau website tidak dapat diakses oleh pengguna normal.

Serangan ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan request dalam jumlah besar dari satu sumber hingga resource server menjadi penuh dan tidak mampu memproses permintaan lain.

Apa Itu DDoS?

DDoS atau Distributed Denial of Service merupakan pengembangan dari serangan DoS yang dilakukan menggunakan banyak perangkat sekaligus dari berbagai lokasi berbeda.

Dalam serangan ini, pelaku biasanya memanfaatkan jaringan perangkat yang sudah terinfeksi malware untuk mengirim traffic secara bersamaan ke target tertentu.

Baca juga: Jenis-jenis Serangan Jaringan yang Wajib Diwaspadai

Perbedaan DoS dan DDoS dalam Cyber Security

Meskipun sama-sama bertujuan melumpuhkan sistem, DoS dan DDoS memiliki beberapa perbedaan penting dalam cara kerja maupun dampak yang dihasilkan.

Mari kita simak beberapa perbedaan tersebut dari aspek jumlah sumber serangan, skalanya, tingkat kesulitan, dampak terhadap sistem, serta cara mengatasinya.

1. Jumlah Sumber Serangan

Jumlah Sumber Serangan

Serangan DoS biasanya hanya menggunakan satu perangkat atau satu koneksi internet sebagai sumber utama serangan.

Sebaliknya, DDoS menggunakan banyak perangkat yang tersebar di berbagai lokasi untuk menyerang target secara bersamaan.

2. Skala Serangan yang Dihasilkan

Skala Serangan yang Dihasilkan

DoS cenderung menghasilkan serangan dengan skala lebih kecil karena keterbatasan resource dari satu perangkat saja.

Berbeda dengan DDoS yang mampu menghasilkan traffic yang sangat besar karena melibatkan ribuan bahkan jutaan perangkat dalam satu waktu.

3. Tingkat Kesulitan Serangan

Tingkat Kesulitan Serangan

DoS relatif lebih sederhana karena hanya membutuhkan satu sistem untuk menjalankan serangan ke target tertentu.

Di sisi lainnya, DDoS jauh lebih kompleks karena biasanya melibatkan botnet, koordinasi perangkat, dan pengaturan traffic secara masif.

4. Dampak terhadap Sistem

Dampak terhadap Sistem

Serangan DoS dapat menyebabkan website menjadi lambat atau tidak dapat diakses sementara waktu tergantung kapasitas server target.

Sementara itu, DDoS memiliki dampak yang lebih besar karena mampu melumpuhkan layanan secara total dalam skala luas dan waktu yang lebih lama.

5. Cara Mengatasinya 

Cara Mengatasinya

Perbedaan DoS dan DDoS yang terakhir dilihat dari cara mengatasinya. Serangan DoS biasanya lebih mudah diblokir karena sumber serangan dapat diidentifikasi dari satu alamat IP tertentu.

DDoS jauh lebih sulit ditangani karena traffic datang dari banyak perangkat dan lokasi yang berbeda secara bersamaan.

Cara Kerja DoS dan DDoS

DoS dan DDoS bekerja dengan prinsip utama membanjiri target menggunakan traffic atau request dalam jumlah besar. Tujuannya agar server kehabisan resource sehingga tidak mampu melayani pengguna normal.

1. Mengirim Banyak Request ke Server

Pertama, hacker akan mengirim request secara terus-menerus ke server target dalam jumlah sangat besar.

2. Server Dipaksa Memproses Semua Data

Server akan memproses seluruh request yang masuk sehingga penggunaan CPU, RAM, dan bandwidth meningkat drastis dalam waktu singkat.

3. Resource Sistem Menjadi Penuh

Saat resource mulai habis, server tidak mampu menangani permintaan baru secara normal dan performa website mulai menurun.

4. User Tidak Bisa Mengakses Layanan

Pengguna asli akan mengalami gangguan seperti gagal login, error, atau website yang sulit diakses akibat traffic palsu dari penyerang.

5. Sistem Menjadi Lambat atau Down

Jika serangan terus berlangsung, server dapat mengalami penurunan performa hingga akhirnya down total dan layanan berhenti berjalan.

Dampak yang Disebabkan Serangan DoS dan DDoS

Serangan jaringan seperti DoS dan DDoS dapat menimbulkan berbagai kerugian bagi sistem maupun perusahaan yang menjadi target, seperti:

1. Website Tidak Bisa Diakses

Website yang terkena serangan dapat mengalami gangguan hingga layanan online Anda tidak bisa dibuka dan mengganggu aktivitas pengguna.

2. Sistem Menjadi Lambat 

Traffic berlebihan menyebabkan server bekerja lebih berat dibanding kondisi normal. Akibatnya, proses loading website atau aplikasi menjadi sangat lambat dan tidak stabil.

3. Kehilangan Pengguna

Pengguna biasanya akan meninggalkan layanan yang sering mengalami gangguan atau downtime berkepanjangan.

4. Penurunan Pendapatan Perusahaan

Gangguan layanan dapat menyebabkan penurunan pendapatan bisnis digital. Mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pemulihan dan peningkatan keamanan sistem.

5. Gangguan Operasional

Serangan DoS dan DDoS dapat menghambat berbagai aktivitas internal perusahaan yang menggunakan sistem digital.

Cara Mencegah Serangan DoS dan DDoS

Pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan akibat serangan jaringan.

Mari ikuti langkah-langkah berikut untuk mencegah serangan DoS dan DDoS!

1. Menggunakan Firewall dan Proteksi Jaringan

Firewall membantu memfilter traffic mencurigakan sebelum masuk ke server utama. Sistem proteksi jaringan juga dapat mendeteksi aktivitas abnormal yang berpotensi menjadi serangan.

2. Menerapkan Rate Limiting pada Server

Rate limiting digunakan untuk membatasi jumlah request dari pengguna dalam periode tertentu. Cara ini membantu mencegah server menerima traffic berlebihan dari satu sumber secara terus-menerus.

3. Menggunakan CDN atau Load Balancer

CDN dan load balancer membantu mendistribusikan traffic agar beban server tidak terpusat pada satu titik saja. Teknologi ini juga membantu meningkatkan stabilitas sistem saat terjadi lonjakan traffic mendadak.

4. Monitoring Traffic Secara Real-Time

Monitoring secara real-time membantu tim keamanan mendeteksi pola traffic yang tidak normal lebih cepat. Dengan deteksi dini, proses mitigasi serangan dapat dilakukan sebelum sistem mengalami down total.

5. Menggunakan Sistem Anti-DDoS

Layanan anti-DDoS dirancang khusus untuk menyaring dan menahan traffic serangan dalam jumlah besar.

Sistem ini biasanya digunakan perusahaan besar untuk melindungi server dari ancaman serangan berskala tinggi.

Baca juga: Strategi Perlindungan dari Serangan DDoS Lanjutan untuk Bisnis

Pahami Ancaman DoS dan DDoS Sebelum Menjadi Target Serangan

Serangan DoS dan DDoS menjadi salah satu ancaman serius dalam dunia cyber security karena mampu melumpuhkan sistem dan mengganggu layanan digital dalam waktu singkat. 

Mulai dari perbedaan sumber serangan, skala dampak, hingga cara kerja yang membanjiri server, semuanya menunjukkan pentingnya memahami ancaman jaringan secara lebih mendalam.

Untuk mempelajari bagaimana serangan ini bekerja–khususnya di level aplikasi–mari ikuti kursus Red Team Fundamental yang diadakan oleh Cyber Studio.

Di kelas ini, Anda akan diajak memahami bagaimana manusia bisa dimanipulasi serta bagaimana serangan terjadi di berbagai aspek digital, mulai dari jaringan, aplikasi, hingga layanan cloud.

Mari perkuat keamanan sistem Anda secara bertahap melalui pendekatan dari Red Team!

Scroll to Top