Mengingat semakin kompleksnya ancaman siber, memiliki kontrol keamanan yang baik saja tidak cukup. Anda juga perlu memahami seberapa matang penerapannya secara nyata.
Untuk menilai kesiapan dan kematangan keamanan siber dalam bisnis, Anda bisa menggunakan NIST framework. Dengan framework ini, Anda dapat melihat posisi keamanan saat ini, sekaligus menentukan langkah strategis untuk meningkatkannya.
Melalui pendekatan yang terstruktur dan fleksibel, NIST Framework banyak digunakan dalam proses maturity assessment lintas industri.
Mengapa NIST CSF Menjadi Standar Utama Maturity Assessment?
NIST Cybersecurity Framework mampu menjembatani kebutuhan teknis dan strategis organisasi. Framework ini juga dirancang agar dapat digunakan oleh berbagai skala bisnis.
1. Fleksibel untuk Berbagai Jenis Bisnis
NIST Framework tidak bersifat preskriptif sehingga Anda bisa menyesuaikan pemakaiannya dengan ukuran, industri, dan profil risiko bisnis Anda. Fleksibilitas inilah yang membuatnya cocok digunakan oleh perusahaan skala kecil hingga enterprise.
2. Diakui Secara Global
NIST CSF diadopsi secara luas oleh sektor publik dan swasta di berbagai negara. Dengan menggunakannya, Anda bisa melakukan proses maturity assessment dengan praktik secara global dan regulator.
3. Berbasis Outcome dan Risk Management
NIST CSF fokus untuk melihat hasil nyatanya, bukan sekadar checklist. Selain itu. framework ini juga selaras dengan Risk Management Framework sehingga Anda bisa melakukan manajemen risiko bisnis dengan aman.
Keuntungan Menggunakan NIST Dibandingkan Framework Lain
Apa saja keunggulan NIST dibandingkan standar lain seperti ISO 27001? Framework ini menawarkan keunggulan karena fokus kepada operasional, kemudahan penggunaan, dan mendukung pemetaan kontrol keamanan dalam bisnis.
- Lebih Teknis dan Operasional: Berbeda dengan ISO 27001 yang fokus pada sistem manajemen dan audit, NIST Framework lebih menekankan best practice di lapangan sehingga efektif dalam menilai Cybersecurity Capability secara nyata.
- Mudah Digunakan untuk Maturity Assessment: Struktur NIST CSF memudahkan Anda untuk memetakan kondisi dan target keamanan bisnis sehingga proses evaluasi menjadi lebih praktis.
- Mendukung Pemetaan Kontrol Keamanan: NIST CSF mempermudah proses Security Control Mapping, baik ke kontrol internal, kebijakan perusahaan, maupun standar lain sehingga Anda bisa menyelaraskan berbagai inisiatif keamanan yang sudah ada.
Komponen Utama NIST Framework dalam Penilaian Kematangan
Dalam maturity assessment, Anda bisa menggunakan beberapa komponen NIST framework berikut ini:
1. Core Functions

NIST CSF memiliki lima core functions, yaitu Identify, Protect, Detect, Respond, dan Recover. Kelima fungsi ini menggambarkan siklus lengkap pengelolaan keamanan siber, mulai dari identifikasi aset hingga pemulihan pasca-insiden.
Dalam maturity assessment, fungsi-fungsi ini digunakan untuk menilai sejauh mana proses keamanan telah diterapkan secara konsisten.
2. Implementation Tiers
Untuk menilai tingkat kematangan, NIST CSF membagi implementasi ke dalam empat tier utama, yaitu partial, risk informed, repeatable, dan adaptive.
- Tier 1 (Partial): Manajemen risiko dalam bisnis belum terstruktur, reaktif, dan tidak konsisten. Keamanan masih bergantung pada respons ad-hoc terhadap insiden.
- Tier 2 (Risk Informed): Bisnis sudah memiliki kebijakan untuk beberapa proses dan kontrol dasar namun penerapannya belum konsisten.
- Tier 3 (Repeatable): Proses keamanan sudah terdefinisi dan terdokumentasi. Bahkan, proses ini dijalankan secara konsisten.
- Tier 4 (Adaptive): Keamanan siber menjadi bagian dari budaya bisnis. Sistem dan proses terus beradaptasi terhadap ancaman baru secara proaktif.
Adanya perpindahan tier menunjukkan peningkatan proses, kebijakan, dan budaya keamanan dalam bisnis.
3. Framework Profiles

Framework Profiles digunakan untuk membandingkan kondisi keamanan saat ini (As-Is) dengan target yang ingin dicapai (To-Be).
Profil target keamanan ini membantu Anda dalam menetapkan prioritas peningkatan yang realistis dan terukur.
Langkah Maturity Assessment Berbasis NIST CSF
Untuk menjalankan maturity assessment dengan NIST framework, terapkanlah beberapa tahapan berikut:
1. Prioritisasi dan Lingkup (Scope)
Pertama, tentukan aset, sistem, dan proses bisnis yang paling kritis untuk bisnis. Dibandingkan fokus ke area yang kurang berdampak, Anda bisa menjalankan maturity assessment ke area penting dengan lebih efisien.
2. Orientasi (Orientation)

Selanjutnya adalah tahap orientasi yang dilakukan dengan mengidentifikasi lingkungan teknologi, regulasi, dan standar yang relevan dengan bisnis.
Di sini, Anda akan memetakan sistem, aplikasi, serta kewajiban kepatuhan yang harus dipenuhi.
Dengan begini, Anda bisa melakukan penilaian kematangan yang selaras dengan konteks bisnis dan regulasi yang berlaku.
3. Pembuatan Profil Saat Ini (Current Profile)

Pada tahap ini, Anda akan mengevaluasi bagaimana bisnis menerapkan core functions dalam NIST Framework.
Penilaian dilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan kontrol keamanan dan apakah sudah dijalankan secara konsisten dalam bisnis?
4. Analisis Risiko dan Target Profil

Setelah mengetahui kondisi saat ini, Anda bisa menentukan target tingkat kematangan yang ingin dicapai, misalnya Tier 3 (Repeatable).
Dalam tahapan ini, Anda harus melakukan analisis risiko untuk memastikan pemilihan target yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas bisnis.
5. Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) dan Action Plan
Terakhir, bandingkan current profile bisnis dengan target tier yang sudah ditetapkan. Analisislah setiap gap untuk mengetahui penyebab dan dampak risikonya agar Anda bisa menyusun action plan yang teruku dan realistis.
Saatnya Menilai dan Meningkatkan Kematangan Keamanan Bisnis!
Dengan menggunakan NIST framework, Anda dapat menilai kematangan keamanan siber dalam bisnis secara objektif, terstruktur, dan berorientasi risiko.
Mulai dari core functions, tiers, dan profile, setiap komponen NIST CSF sangat membantu Anda dalam membangun Cybersecurity Capability secara berkelanjutan.
Untuk memastikan kepatuhan bisnis terhadap regulasi keamanan siber, segera ikuti kursus White Team Fundamental dari Cyber Studio.
Di sini, Anda akan mempelajari standar, framework, dan UU PDP yang harus ditaati. Selain itu, kami juga membantu merekomendasikan prospek kerja yang relevan di bidang White Team–tim yang memastikan Red Team dan Blue Team bekerja sesuai prosedur.
Mari pastikan ketaatan Anda terhadap regulasi untuk menghindari kerugian finansial dan reputasi bisnis!