
Semakin maju zaman, semakin modern juga teknik-teknik yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber. Jika dibiarkan, serangan ini bisa mengakibatkan kerugian, baik untuk perseorangan maupun pelaku bisnis.
Serangan ini bisa menjangkit perangkat apa pun yang digunakan, termasuk handphone. Beruntungnya, Anda bisa menggunakan ilmu mobile forensik untuk membongkar jejak-jejak kejahatan digital di perangkat ini.
Untuk itu, mari kita kenali dahulu jenis-jenis kejahatan digital, prosedur mobile forensic, serta peran mobile forensic terhadap kejahatan siber!
Jenis Kejahatan Digital yang Sering Diungkap dengan Mobile Forensic
Kini, ilmu mobile forensik bisa digunakan untuk mengungkap beragam jenis kejahatan digital. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Penipuan Online

Biasanya, kasus penipuan online dilakukan dengan mengirimkan pesan singkat, email palsu, atau aplikasi e-commerce palsu. Dengan mobile forensic, petugas forensik dapat memulihkan bukti yang dibutuhkan seperti pesan, history transaksi, dan kontak untuk menjerat pelaku.
Penyebaran Hoax dan Berita Palsu
Handphone sering digunakan sebagai media penyebaran berita palsu atau hoax. Dengan menganalisis data komunikasi dan rekaman aktivitas mobile, petugas dapat mengungkap siapa pembuat dan penyebar konten palsu serta membawanya ke ranah hukum.
Pencurian Data dan SIM Swap Fraud
Kejahatan ini merugikan banyak korban, termasuk di segi finansial maupun privasi. Mereka bisa menggunakan metode mobile forensic untuk menelusuri aktivitas akses akun, perubahan kartu SIM, hingga jejak digital yang ditinggalkan pelaku dalam perangkat.
Kejahatan Siber Melalui Aplikasi Chat
Komunikasi kriminal juga terjadi melalui aplikasi chat populer, salah satunya WhatsApp. Denga mobile forensic, mereka dapat mengekstraksi pesan teks, gambar, audio, dan video–bahkan yang sudah dihapus sekalipun. Media ini kemudian dijadikan barang bukti untuk penyelidikan lanjutan.
Baca juga: Forensik Digital Adalah: Arti, Tahapan, dan Manfaatnya
Prosedur Mobile Forensic
Untuk mengungkap kejahatan siber, metode mobile forensic akan melewati beberapa tahapan sistematis ini:
1. Isolasi Perangkat
Pertama, amankan dan isolasi perangkat yang diduga milik korban maupun pelaku. Aktifkan juga mode pesawat atau dilakukan untuk mencegah sinkronisasi data terbaru.
2. Ekstraksi Data

Selanjutnya, mereka akan mengambil data-data digital dengan metode logical extraction, physical extraction, atau file system extraction.
Di proses ini, mereka bisa menggunakan tools populer seperti Oxygen Forensic Detective, MOBILedit Forensic Express, dan FTK Imager untuk mengambil data-data dengan lengkap.
3. Analisis Artefak
Kemudian, mereka akan melakukan analisa untuk mencari artefak digital yang relevan–seperti pesan teks, kontak, log panggilan, metadata, dan bukti komunikasi lainnya.
Pendekatan ini dilakukan dengan mengikuti standar internasional–seperti NIST dan prosedur ACPO– agar bukti dapat diterima secara hukum.
4. Pelaporan Resmi
Terakhir, para tenaga forensik akan mendokumentasikan seluruh temuannya dalam laporan forensik resmi, termasuk seluruh proses dan kesimpulannya. Hasil ini harus dilampirkan secara detail dan transparan supaya bisa dijadikan bukti yang sah di pengadilan.
Peran Mobile Forensic terhadap Kejahatan Siber
Dalam konteks dunia penyidikan digital, ilmu mobile forensik memberikan kontribusi yang begitu besar. Anda bisa menggunakan teknik ini untuk meningkatkan pemecahan kejahatan siber, menguatkan bukti digital, hingga mencegah kejahatan serupa.
- Peningkatan Rasio Pengungkapan Kejahatan Digital: Berkat teknik mobile forensic yang canggih, kasus-kasus yang sulit terungkap dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini juga memberikan keadilan bagi sang korban.

- Penguatan Bukti Digital di Pengadilan: Data clear dan valid yang dihasilkan dari proses mobile forensic menjadi bukti hukum yang kuat dan kredibel. Ini akan meningkatkan peluang pelakunya akan diproses sesuai aturan.
- Pencegahan Tindak Kejahatan Serupa di Masa Depan: Analisis forensik juga akan membuka gambaran modus terbaru para pelaku. Dengan ini, Anda dapat memperkuat sistem keamanan dan regulasi sebagai tindakan pencegahannya.
Studi Kasus Penggunaan Mobile Forensic
Untuk memberikan gambaran nyata, berikut adalah dua studi kasus penggunaan mobile forensic dalam menangani kejahatan siber.
1. Penipuan Transaksi di Aplikasi E-Commerce

Pada jurnal berjudul Analisis Forensik Mobile pada Aplikasi E-Commerce Menggunakan Metode Association, dibuat skenario khusus yang dirancang berdasarkan pola umum dari kasus-kasus penipuan digital yang dilaporkan.
Dalam skenario ini, pelaku menipu seorang korban yang membeli barang di aplikasi e-commerce. Setelah menipu korban, pelaku lalu memblokir akun korban dan menghapus pesan-pesan penting berupa pesan teks, foto, dan video.
Setelah itu, petugas menggunakan software Oxygen Forensic dan MOBILedit Forensic yang berhasil mengumpulkan data-data yang tersimpan, termasuk yang disembunyikan atau dihapus.
Meskipun begitu, software ini hanya berhasil memulihkan 26-37% data yang terhapus dari aplikasi. Sementara itu, software ini belum berhasil memulihkan pesan teks karena perlunya proses rooting terlebih dahulu.
Bukti ini kemudian digunakan sebagai alat bukti penting di pengadilan untuk membuktikan keterlibatan pelaku.
2. Pengungkapan Jaringan Perdagangan Orang
Dalam jurnal berjudul Mobile Forensics in Human Trafficking Investigation Services Using Mobile Laboratory, peneliti juga membuat skenario kejahatan khusus.
Di sini, pelaku perdagangan manusia menawarkan sebuah pekerjaan palsu kepada korban. Saat korban melaporkan tindakan ini ke polisi, ternyata pelaku sempat menghapus gambar-gambar penting dari obrolan antara mereka.
Polisi lalu menggunakan tools seperti Magnet Axiom, DF-Tools, dan perangkat keras forensik di laboratorium mobile forensic untuk memperoleh bukti digital dari WhatsApp.
Hasilnya, kedua tools ini bisa memperoleh data-data berupa group chat, dokumen, dan video. Akan tetapi, hasilnya masih belum efisien karena tidak dapat memulihkan data secara penuh karena keterbatasan akses (tanpa root).
Kuasai Ilmu Forensik Digital untuk Menangkal Kejahatan Siber!
Itulah penjelasan singkat tentang peran mobile forensic terhadap kejahatan siber. Berkat teknologi ini, penyidik akan mendapatkan data-data digital yang penting untuk analisis forensik lanjutan.
Ingin mempelajari bidang forensik digital lebih lanjut? Mari ikuti kelas blue team fundamental dari Cyber Studio.
Dalam kelas ini, Anda akan menemukan materi berbasis video learning untuk menunjang karier seorang forensik digital, seperti incident response, cyber threat intelligence, dan infrastructure security.
Selain itu, para praktisi kami juga akan memberikan proyek realistis dan studi kasus nyata yang ditemukan di industri untuk meningkatkan keahlian Anda saat praktik di dunia kerja.
Kunjungi halaman learning path kami sekarang dan pilihlah paket kursus sesuai kebutuhan dan peminatan Anda!