Keputusan yang diambil beberapa menit pertama setelah insiden keamanan siber dapat menentukan keseriusan dampak yang ditimbulkan.
Sayangnya, banyak bisnis yang justru melakukan kesalahan fatal saat mencoba menangani insiden—mulai dari panik, salah langkah, hingga mengabaikan prosedur yang seharusnya diikuti.
Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, sebaiknya pahami dahulu beberapa kesalahan penanganan insiden yang berpotensi dilakukan tanpa sadar.
Penyebab Terjadinya Kesalahan Penanganan Insiden
Kesalahan penanganan insiden biasanya tidak terjadi begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor internal, seperti kurangnya cyber security awareness, tidak adanya SOP, skill tim yang kurang memadai, rasa panik, serta minimnya latihan atau simulasi.
- Kurangnya Awareness Keamanan: Banyak tim belum memiliki kesadaran penuh terhadap pentingnya keamanan siber, membuat mereka kurang sigap dalam mengenali dan merespons insiden.
- Tidak Ada SOP yang Jelas: Tanpa prosedur yang terstruktur, penanganan insiden menjadi tidak terarah–bahkan berpotensi memperburuk kondisi.
- Skill Tim yang Kurang Memadai: Tim yang tidak memiliki kemampuan teknis yang memadai akan kesulitan menangani insiden dengan tepat.
- Panik Saat Insiden Terjadi: Kepanikan sering membuat tim mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang. Hal ini menyebabkan kerusakan sistem atau hilangnya bukti-bukti penting.
- Minimnya Latihan atau Simulasi: Tanpa adanya latihan, tim internal tidak akan terbiasa menghadapi situasi darurat dan kurang efektif dalam merespons insiden keamanan.
Kesalahan Penanganan Insiden yang Sering Terjadi
Dalam praktiknya, ada beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat menangani insiden keamanan. Mari kenali dan hindari kesalahan ini agar tidak memperbesar dampak yang terjadi.
1. Menunda Penanganan Insiden

Menunda penanganan membuat ancaman lebih menyebar sehingga memperparah kerusakan yang terjadi pada sistem. Semakin lama insiden dibiarkan, semakin sulit Anda mengendalikannya.
Baca juga: 4 Cara Melaporkan Insiden Keamanan Siber dengan Benar
2. Tidak Mengumpulkan Bukti dengan Benar
Tanpa adanya bukti yang lengkap seperti log sistem atau aktivitas pengguna, proses investigasi menjadi tidak akurat dan Anda akan sulit menentukan langkah mitigasi.
3. Menghapus Data Tanpa Analisis

Menghapus data yang terkena insiden secara langsung sering dianggap sebagai solusi cepat. Padahal, tindakan ini dapat menghilangkan jejak penting seperti penyebab insiden yang dibutuhkan untuk investigasi lebih lanjut.
4. Tidak Melibatkan Tim yang Tepat
Jika penanganan insiden tidak melibatkan kolaborasi dari berbagai tim, prosesnya akan berjalan kurang efektif dan memperlambat proses pemulihan.
5. Mengabaikan Prosedur yang Ada

Beberapa tim memilih untuk mengabaikan SOP yang telah dibuat. Padahal, prosedur tersebut dirancang untuk memastikan penanganan berjalan dengan benar.
6. Tidak Mengisolasi Sistem yang Terinfeksi
Sistem yang terinfeksi seharusnya segera diisolasi untuk mencegah penyebaran ancaman. Jika tidak, serangan dapat menyebar ke sistem lain dalam jaringan.
7. Kurang Komunikasi Internal

Kurangnya komunikasi antar tim dapat menyebabkan miskomunikasi. Informasi yang tidak tersampaikan dengan baik akan memperlambat respon sehingga penanganan insiden menjadi kurang optimal.
8. Tidak Mendokumentasikan Insiden
Tanpa dokumentasi yang jelas, Anda berpotensi kehilangan referensi untuk evaluasi di masa depan. Tim Anda juga berisiko membuat kesalahan yang sama dan menghindari pelanggaran regulasi.
9. Mengabaikan Monitoring Setelah Insiden

Mengabaikan monitoring setelah insiden dapat membuat serangan muncul kembali atau mengakibatkan adanya ancaman lanjutan.
Dampak Kesalahan Penanganan Insiden
Kesalahan dalam penanganan insiden dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dari insiden itu sendiri, seperti beberapa di bawah ini:
- Kerugian Finansial dan Operasional: Kesalahan dalam penanganan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan dan mengganggu operasional bisnis.
- Hilangnya Bukti Penting: Tindakan yang tidak tepat dapat menghapus bukti yang dibutuhkan dalam proses investigasi, seperti menemukan penyebab insiden.
- Menurunnya Kepercayaan Pengguna: Pengguna akan kehilangan kepercayaan jika insiden tidak ditangani dengan baik. Akibatnya, reputasi bisnis Anda akan menurun.
- Kebocoran Data Semakin Luas: Penanganan insiden yang tidak tepat dapat memperbesar skala kebocoran data ke pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca juga: 10 Cara Menangani Kebocoran Data beserta Faktor Penyebabnya Education
Cara Menghindari Kesalahan Penanganan Insiden
Untuk menghindari kesalahan penanganan insiden di atas, perusahaan perlu memiliki strategi yang jelas dalam menangani insiden. Pendekatan yang tepat akan membantu meminimalkan risiko.
1. Membuat SOP Penanganan Insiden
Buatlah SOP untuk memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara terstruktur oleh tim. Selain itu, dokumen ini juga mengurangi kemungkinan kesalahan.
2. Melakukan Training Secara Berkala
Lakukan pelatihan rutin untuk meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi insiden. Dengan latihan rutin, Anda bisa merespons insiden dengan lebih cepat dan tepat.
3. Mengumpulkan dan Menjaga Bukti
Anda harus mendokumentasikan setiap insiden, disertakan dengan bukti yang lengkap seperti log dan aktivitas sistem. Dengan data yang jelas, penyebab insiden dapat ditemukan lebih mudah.
4. Melibatkan Tim yang Tepat
Libatkan tim IT, security, dan pihak terkait lainnya dalam penanganan insiden untuk mempercepat proses analisis dan pemulihan sistem dalam bisnis.
5. Melakukan Isolasi Sistem yang Terinfeksi
Segera pisahkan sistem yang terindikasi terkena serangan dari jaringan utama agar tidak menyebar ke sistem lainnya.
6. Meningkatkan Komunikasi Internal
Gunakan jalur komunikasi yang terstruktur agar tidak terjadi miskomunikasi antar tim saat insiden terjadi. Dengan komunikasi yang baik, koordinasi menjadi lebih efektif.
7. Mendokumentasikan Setiap Insiden
Catat setiap detail insiden, mulai dari waktu kejadian hingga langkah penanganan untuk kebutuhan evaluasi dan pembelajaran di masa depan.
8. Melakukan Monitoring Pasca Insiden
Setelah insiden selesai, tetap lakukan pemantauan terhadap sistem untuk memastikan kestabilan sistem dan menghindari potensi ancaman lanjutan yang muncul kembali.
9. Melakukan Evaluasi dan Perbaikan Sistem
Lakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden ditangani untuk mengidentifikasi kelemahan yang ada. Terapkan juga perbaikan untuk meningkatkan kesiapan bisnis dalam menghadapi insiden berikutnya.
Tingkatkan Kesiapan Keamanan Anda!
Kesalahan dalam penanganan insiden bukan hanya memperburuk kondisi, tetapi juga dapat menimbulkan dampak yang lebih luas bagi bisnis.
Dengan memahami penyebab, jenis kesalahan, serta cara menghindarinya, Anda dapat membangun sistem yang lebih siap menghadapi ancaman siber.
Untuk memahami bagaimana cara melindungi sistem dari ancaman siber, Anda bisa mulai dengan mengenal lebih dalam melalui kelas Blue Team Fundamental dari Cyber Studio.
Program ini akan membantu Anda memahami ancaman, cara mitigasi, hingga peluang karier di bidang cyber security.
Bersama kami–mari pelajari bagaimana cara mencegah dan merespons ancaman siber yang mengintai di dunia bisnis!