Pernah mendengar istilah incident responder? Semakin kompleksnya ancaman siber, peran ini menjadi sangat vital. Dalam bisnis, mereka bertugas untuk melindungi sistem dan data krusial dari kerusakan yang lebih besar.
Umumnya, mereka berperan untuk merespons secara cepat dan efektif ketika terjadi insiden keamanan–seperti serangan malware hingga pelanggaran data.
Simak artikel ini jika Anda ingin mengenal lebih dalam tentang profesi ini, mulai dari definisi, tugas, skill yang dibutuhkan, hingga nominal gaji yang mereka terima.
Apa Itu Incident Responder?
Incident Responder adalah sebuah profesional keamanan siber yang bertindak sebagai “first responders” ketika terjadi insiden siber. Artinya, mereka bertugas untuk mendeteksi, merespons, dan memulihkan sistem dari berbagai ancaman siber yang terjadi.
Profesi ini cukup sering disamakan dengan CSIRT. Padahal, incident responder merujuk pada individu dengan peran khusus.
Sementara itu, CSIRT (Computer Security Incident Response Team) adalah sebuah tim yang terdiri dari beberapa profesional–termasuk incident responder–yang bekerja bersama dalam menangani insiden keamanan.
Berikut adalah tabel perbandingan singkat antara Incident Responder dengan CSIRT:
| Peran | Definisi | Fokus Utama |
| Incident Responder | Individu yang menanggapi dan menangani insiden keamanan secara langsung | Tindakan teknis dan operasional |
| CSIRT | Tim yang mengelola dan mengoordinasikan respons insiden secara menyeluruh | Kebijakan, koordinasi, dan komunikasi |
Baca juga: Apa Itu CSIRT? Kenali Fungsi, Jenis-jenis dan Cara Kerjanya
Tugas-tugas Incident Responder
Saat menangani insiden, seorang incident responder akan melakukan berbagai tugas. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Identifikasi dan Verifikasi Insiden
Mereka menganalisis peringatan dari sistem keamanan, log server, dan laporan dari pengguna. Semua ini dilakukan untuk menentukan apakah ada insiden yang benar-benar terjadi? Dengan begitu, mereka meminimalisir kekeliruan dalam menentukan ancaman nyata.
2. Triase dan Prioritisasi
Setelah mengidentifikasi insiden, seorang incident responder akan menilai tingkat keparahan berdasarkan dampaknya terhadap bisnis. Proses ini membantu menentukan insiden mana yang urgent dan mana yang bisa ditangani nanti.
3. Pembendungan (Containment)
Memasuki salah satu langkah teknis, mereka akan menghentikan penyebaran insiden ke sistem lainnya. Hal ini dilakukan dengan memutus koneksi jaringan, mengisolasi perangkat terinfeksi, atau menonaktifkan layanan yang terdampak untuk sementara.
4. Pengumpulan Bukti dan Analisis Forensik
Proses ini melibatkan pengumpulan artefak digital seperti log sistem, snapshot memori, dan file jaringan untuk dianalisis lebih lanjut. Dengan ini, mereka dapat memahami cara kerja serangan dan mengidentifikasi pelaku.
5. Pemberantasan (Eradication)
Setelah mengetahui penyebab insiden, incident responder akan memberantasnya dengan cara menghapus semua komponen berbahaya dari sistem. Cara yang mereka lakukan antara lain penghapusan malware, patching sistem, atau konfigurasi ulang layanan.
6. Pemulihan (Recovery)
Selanjutnya adalah recovery atau pemulihan operasional sistem. Biasanya, mereka juga akan memastikan bahwa semua sistem berjalan normal tanpa jejak ancaman yang tersisa.
7. Dokumentasi
Seluruh proses dan keputusan yang incident responder ambil harus didokumentasikan dengan baik. Dokumen ini akan dijadikan acuan utama untuk membuat laporan ke manajemen dan bahan pembelajaran untuk ke depannya.
8. Pasca-Insiden
Setelah menangani insiden, incident responder akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Ini menjadi dasar dalam meningkatkan prosedur keamanan bisnis di masa mendatang.
Skill yang Harus Dimiliki Incident Responder
Seorang incident responder tidak hanya perlu cepat tanggap, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis dan non-teknis yang mumpuni. Berikut adalah beberapa skill incident responder yang harus Anda miliki.
1. Pengetahuan Teknis yang Kuat
Seorang incident responder wajib menguasai sistem operasi–misalnya Windows, Linux, dan macOS. Mereka juga harus memahami jaringan dan protokol komunikasi seperti TCP/IP, DNS, dan HTTP.
Selain itu, mereka juga harus mengetahui jenis-jenis malware, serangan siber, dan alat keamanan seperti SIEM, IDS/IPS, firewall, hingga endpoint protection untuk memperlancar identifikasi insiden dalam bisnis.
2. Dasar-dasar Forensik Digital
Incident responder yang memahami forensik digital dapat menelusuri jejak digital pelaku. Untuk itu, mereka harus mampu membaca log, menganalisis memori, hingga memahami teknik pelacakan aktivitas yang mencurigakan.
3. Soft Skill dan Etika Kerja
Di luar aspek teknis, incident responder harus memiliki kemampuan berpikir kritis, problem solving, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Mereka juga dituntut untuk mampu bekerja di bawah tekanan dan tetap menjaga komunikasi efektif bersama tim lainnya dalam situasi darurat.
Sertifikasi yang Dimiliki Incident Responder
Untuk menjadi incident responder profesional, Anda juga dapat mengambil beberapa sertifikasi internasional berikut. Sertifikasi ini dapat menjadi bukti bahwa Anda memang kompeten di bidang ini.
- GIAC Certified Incident Handler (GCIH): Sertifikasi yang dikeluarkan oleh Global Information Assurance Certification ini memfokuskan pada metode dan teknik yang digunakan dalam menangani insiden siber.
- EC-Council Certified Incident Handler (ECIH): Sertifikasi dari EC-Council ini membekali peserta dengan pengetahuan tentang identifikasi, respon, dan pemulihan insiden.
- CompTIA Cybersecurity Analyst (CySA+): Selanjutnya adalah sertifikasi CySA+ yang fokus untuk menganalisis keamanan berbasis perilaku untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman.
- Certified Information Systems Security Professional (CISSP): Sertifikasi ini mencakup berbagai aspek keamanan informasi, termasuk respons insiden sebagai bagian dari framework keamanan menyeluruh.
- Certified Ethical Hacker (CEH): Sertifikasi ini memperkuat pemahaman Anda tentang metode yang digunakan peretas. Dengan begitu, Anda dapat berpikir dari sudut pandang penyerang saat menyusun strategi pertahanan.
Baca juga: Mengenal Cyber Security Pathways beserta Cara Memulainya
Gaji Incident Responder
Di Indonesia, profesi incident responder menawarkan jumlah pendapatan yang menarik. Untuk posisi pemula dengan pengalaman 0-2 tahun, Anda bisa mendapatkan gaji sekitar Rp6.000.000 hingga Rp10.000.000 juta per bulan.
Sementara itu, incident responder dengan pengalaman 2–5 tahun bisa mengantongi Rp 12–20 juta per bulan. Perlu diingat bahwa nominal ini menyesuaikan kompleksitas tanggung jawab dan lokasi perusahaan.
Siap Berkarier di Dunia Cyber Security?
Itulah pengertian, tugas dan tanggung jawab, hingga nominal gaji incident responder. Dari artikel ini, Anda dapat menyimpulkan bahwa profesi ini menjadi garda terdepan untuk menjaga keamanan sistem dalam bisnis.
Selain tugasnya yang krusial, mereka juga diharuskan memiliki keterampilan yang beragam beragam. Inilah mengapa mereka semakin dibutuhkan di era digital yang semakin kompleks.
Tertarik untuk meniti karier di bidang ini? Saatnya upgrade kemampuan Anda di bidang cyber security. Bergabunglah dalam kelas Cyber Security dari Cyber Studio! Di sini, kami menyediakan learning path lengkap mulai dari materi fundamental hingga prospek karier yang dapat Anda ambil.
Dalam learning path ini, Anda akan mempelajari fundamental jaringan, sistem operasi, dan cyber security. Selain itu, terdapat juga materi berupa introduction ke beberapa team cyber security–seperti Red Team, Blue Team, Green Team, dan White Team.
Selain itu, kami juga akan memberikan case study dan sertifikat kredibel untuk membangun portofolio karier terbaru Anda!
Tunggu apalagi? Kunjungi halaman learning path ini pilihlah paket kursus sesuai kebutuhan Anda!