Kenali Apa Itu Human Level Threat dan Dampak yang Disebabkan

Banyak orang beranggapan ancaman keamanan siber selalu berasal dari hacker dengan teknik yang kompleks.

Namun, celah terbesar justru sering berasal dari pengguna, misalnya mengklik tautan phishing, menggunakan password lemah, atau membagikan informasi sensitif tanpa disadari.

Inilah sebabnya human level threat menjadi salah satu ancaman paling berbahaya dalam keamanan digital saat ini.

Apa Itu Human Level Threat?

Apa Itu Human Level Threat?

Human level threat adalah ancaman keamanan yang muncul akibat tindakan, kesalahan, atau kelalaian manusia saat menggunakan sistem digital.

Serangan sering berhasil bukan karena kelemahan sistem, tetapi karena kurangnya kewaspadaan pengguna.

Jenis-jenis Human Level Threat

Ancaman berbasis manusia dapat muncul dalam berbagai bentuk dan sering tampak seperti aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Anda perlu mengenali jenis-jenis serangan berikut:

1. Phishing

Phishing dilakukan dengan mengirim email palsu yang tampak meyakinkan untuk memperoleh informasi penting dari korban. Hacker biasanya menyamar sebagai perusahaan, rekan kerja, atau layanan populer untuk mencuri data login.

2. Social Engineering

Social Engineering

Social engineering adalah teknik manipulasi psikologis yang mendorong korban memberikan akses atau informasi tertentu. Hacker sering memanfaatkan rasa panik, takut, atau penasaran agar korban bertindak tanpa pertimbangan matang.

3. Penggunaan Password Lemah

Password yang mudah ditebak membuat akun lebih rentan dibobol. Banyak pengguna masih menggunakan kombinasi sederhana, seperti tanggal lahir atau nama pribadi sehingga membuka peluang akses ilegal ke sistem penting perusahaan.

4. Penyalahgunaan Hak Akses

Penyalahgunaan Hak Akses

Hak akses yang terlalu luas dapat disalahgunakan oleh pengguna internal atau pihak luar yang berhasil mengambil alih akun. Misalnya, pengguna biasa dapat mengakses data sensitif yang tidak berkaitan dengan pekerjaannya.

Dampak dari Human Level Threat

Ancaman berbasis manusia dapat menyebabkan kerusakan besar meskipun tampak sederhana pada awalnya. Oleh karena itu, Anda perlu memahami dampak apa saja yang dapat terjadi jika serangan ini berhasil.

1. Kebocoran Data

Data penting perusahaan atau pengguna dapat tersebar akibat kesalahan manusia yang sering dimanfaatkan untuk penipuan atau serangan berikutnya.

2. Akun Diambil Alih

Credential yang dicuri melalui phishing dapat digunakan pelaku untuk mengambil alih akun korban. Mereka lalu dapat mengakses sistem atau menyalahgunakan identitas pengguna.

3. Gangguan Operasional

Serangan yang berhasil dapat mengganggu aktivitas bisnis sehari-hari. Sistem menjadi sulit diakses dan operasional terganggu.

Ciri-ciri Serangan yang Disebabkan oleh Human Level Threat

Serangan berbasis manusia biasanya memiliki pola tertentu yang dapat dikenali sejak awal. Dengan memahami tanda-tandanya, Anda bisa meminimalisir risiko serangan dengan lebih cepat.

1. Email yang Terlihat Mencurigakan

Email phishing sering menggunakan bahasa yang mendesak atau terlalu menggoda. Biasanya, terdapat tautan asing, lampiran mencurigakan, atau alamat pengirim yang mirip namun tidak asli.

2. Permintaan Data Secara Mendadak

Permintaan Data Secara Mendadak

Attacker sering meminta data sensitif seperti password, OTP, atau informasi pribadi secara tiba-tiba. Permintaan ini biasanya disertai alasan darurat agar korban panik dan segera memberikan informasi.

3. Aktivitas Login Tidak Normal

Login dari lokasi, perangkat, atau waktu yang tidak biasa dapat menjadi tanda akun Anda telah disusupi. Beberapa sistem akan mengirimkan notifikasi jika mendeteksi aktivitas mencurigakan.

4. File Asing di Perangkat

File Asing di Perangkat

Munculnya file yang tidak dikenal dapat menjadi indikasi malware atau trojan dalam sistem. File tersebut biasanya berasal dari download mencurigakan atau lampiran email palsu.

5. Akun Mengirim Pesan Sendiri

Jika akun Anda tiba-tiba mengirim pesan tanpa sepengetahuan Anda, kemungkinan akun telah diambil alih attacker. Kondisi ini sering terjadi setelah credential dicuri melalui phising atau malware.

Mengapa Human Level Threat Sulit Dicegah?

Meskipun teknologi keamanan terus berkembang, ancaman berbasis manusia tetap menjadi tantangan besar dalam keamanan siber.

Hal ini terjadi karena pelaku lebih fokus memanipulasi perilaku pengguna daripada menembus sistem secara langsung.

  • Faktor Kelalaian Pengguna: Banyak serangan berhasil karena faktor manusia murni, seperti ketidaktelitian pengguna saat membuka link atau file tertentu.
  • Kurangnya Edukasi Cyber Security: Pengguna yang tidak memahami ancaman digital lebih mudah menjadi target serangan. Kurangnya edukasi membuat mereka sulit mengenali pola phishing atau manipulasi sosial.
  • Serangan Dibuat Sangat Meyakinkan: Attacker kini mampu membuat email, website, atau pesan palsu yang terlihat sangat realistis. Korban sering tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi.
  • Kebiasaan Digital yang Buruk: Penggunaan satu password untuk semua akun meningkatkan risiko pembobolan. Kebiasaan menyimpan password sembarangan juga memperbesar peluang pencurian credential.
  • Kurangnya Monitoring Aktivitas: Tanpa monitoring yang baik, aktivitas mencurigakan sering terlambat terdeteksi. Akibatnya, attacker memiliki waktu lebih lama untuk mengeksplorasi sistem.

Cara Mengatasi Human Level Threat

Karena ancaman ini berkaitan langsung dengan perilaku manusia, pencegahannya perlu dilakukan dari sisi pengguna dan sistem. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda terapkan:

1. Meningkatkan Awareness Keamanan

Edukasi keamanan digital membantu pengguna mengenali pola serangan sejak awal. Semakin tinggi kesadaran pengguna, semakin kecil kemungkinan mereka tertipu oleh pelaku.

2. Menggunakan Password yang Kuat

(Gambar disini)

Gunakan kombinasi password yang unik dan sulit ditebak untuk setiap akun. Hindari menggunakan informasi pribadi seperti nama atau tanggal lahir sebagai password.

3. Mengaktifkan Multi-Factor Authentication

Multi-Factor Authentication menambahkan lapisan keamanan tambahan selain password. Dengan fitur ini, attacker akan lebih sulit masuk meskipun berhasil mencuri credential pengguna.

4. Tidak Mudah Percaya Link atau File

(Gambar disini)

Periksa sumber link atau file sebelum membukanya. Jangan langsung percaya pada email atau pesan yang meminta data sensitif secara mendadak.

5. Membatasi Hak Akses User

Berikan akses hanya sesuai kebutuhan pengguna dalam sistem. Pembatasan akses membantu mengurangi dampak jika akun berhasil disusupi attacker.

Mulai Pahami Ancaman Human Level Threat dari Sekarang!

Melalui pembahasan di atas, Anda telah memahami bahwa human level threat bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berkaitan dengan perilaku dan kebiasaan pengguna dalam menggunakan sistem digital.

Ancaman seperti phishing, social engineering, dan penyalahgunaan akses dapat menimbulkan kerugian besar jika tidak diantisipasi sejak awal.

Untuk memahami bagaimana teknik manipulasi pengguna ini dilakukan dalam dunia nyata, mari pelajari lebih lanjut melalui kelas Red Team fundamental dari Cyber Studio.

Di kelas ini, Anda akan diajak memahami bagaimana manusia bisa dimanipulasi serta bagaimana serangan terjadi di berbagai aspek digital, mulai dari jaringan, aplikasi, hingga layanan cloud.

Mari perkuat keamanan sistem Anda secara bertahap melalui pendekatan dari Red Team!

Scroll to Top