Tak hanya menggunakan teknologi canggih saja, setiap bisnis perlu menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk menjaga keamanan bisnis.
Sebagai salah satu pilihan, hadirlah NIST framework sebagai sebuah panduan yang dibuat untuk mengurangi risiko keamanan siber dengan efektif.
Dalam framework ini, terdapat beberapa fungsi inti yang perlu dipahami White Team untuk menilai kesiapan, efektivitas, dan konsistensi strategi keamanan bisnis.
Mari pelajari setiap fungsi inti NIST tersebut dalam artikel ini dan bagaimana cara menjaga kepatuhan terhadap penerapannya secara nyata.
Manfaat Penerapan Fungsi Inti NIST bagi Bisnis
Tidak hanya untuk tim keamanan, penerapan fungsi inti NIST juga berdampak langsung bagi keberlangsungan bisnis.
Berikut adalah beberapa manfaat yang Anda dapatkan saat menerapkan fungsi NIST dalam bisnis:
- Keamanan Lebih Terstruktur: Dengan kerangka NIST, Anda bisa membangun keamanan secara bertahap–mulai dari identifikasi hingga pemulihan–dan memahami posisi keamanan bisnis saat ini.
- Risiko Lebih Terkendali: Pendekatan berbasis fungsi membantu bisnis memprioritaskan risiko yang paling berdampak. Manajemen pun bisa mengambil keputusan keamanan berbasis data, bukan sekadar asumsi.
- Kesiapan Menghadapi Insiden: Bisnis tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga siap menghadapi insiden ketika terjadi sehingga dapat menekan risiko gangguan operasional.
Peran White Team dalam Penerapan Fungsi Inti NIST
Sebagai pengawas netral dalam penerapan fungsi inti NIST, White Team memastikan seluruh proses berjalan sesuai kerangka yang telah disepakati.
- Menjaga Objektivitas Penilaian: White Team bertugas menilai kondisi keamanan secara subjek sehingga penilaiannya mencerminkan kondisi nyata bisnis.
- Memastikan Proses Sesuai Framework: Setiap aktivitas keamanan dikaitkan langsung dengan standar yang berlaku dalam framework NIST untuk memastikan strategi tetap sesuai konteks.
- Mengawasi Jalannya Cyber Exercise: Dalam simulasi atau cyber exercise, White Team memastikan setiap skenario berjalan sesuai aturan. Hasil latihan pun dapat dijadikan dasar evaluasi yang valid.
Fungsi Inti NIST
Ada 5 fungsi inti NIST yang menjadi kerangka utama yang harus dipahami dan dipatuhi White Team. Setiap fungsi saling terhubung dan membentuk siklus keamanan yang berkelanjutan.
1. Identify

Identify fokus pada pemetaan aset, data, dan proses bisnis yang paling kritis. Di sini, White Team melakukan identifikasi risiko dan ancaman sejak awal agar tidak terlewat.
Dengan prioritas yang jelas, mereka dapat menentukan area perlindungan yang paling mendesak bagi bisnis.
2. Protect

Fungsi Protect menekankan penerapan kebijakan keamanan, kontrol akses, dan perlindungan data.
Dalam hal ini, White Team harus mengevaluasi apakah kontrol yang diterapkan sudah sesuai dengan tingkat risiko?
Dengan perlindungan yang baik, mereka bisa meminimalisir peluang terjadinya insiden serius dalam bisnis.
3. Detect

Fungsi inti NIST ini berperan dalam menemukan aktivitas mencurigakan secepat mungkin. Maka dari itu, White Team akan melakukan penilaian efektivitas monitoring, alert, dan mekanisme pelaporan awal untuk meminimalisir dampak dari insiden.
Baca juga: 4 Jenis Report White Team yang Ditemui dalam Cyber Security
4. Respond

Pada tahap Respond, fokus utamanya adalah meningkatkan kecepatan dan koordinasi penanganan insiden. Di tahap ini, White Team menilai apakah prosedur respons dijalankan dengan baik dan terdokumentasi. Evaluasi ini membantu meningkatkan kesiapan tim di masa depan.
5. Recover

Fungsi inti NIST yang terakhir adalah recover yang digunakan untuk memastikan sistem dan layanan kembali beroperasi secara normal setelah insiden.
White Team akan menilai apakah proses pemulihan disertai perbaikan kontrol keamanan. Tujuannya agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Cara Memastikan Kepatuhan Fungsi Inti NIST
Agar bisnis bisa menerapkan fungsi inti NIST secara konsisten, White Team membutuhkan pendekatan yang disiplin dan berkelanjutan.
1. Gunakan Checklist NIST Framework
Dengan checklist, White Team tidak akan melewatkan satupun fungsi inti NIST dalam proses evaluasi. Dokumen ini juga dapat dijadikan panduan dalam setiap assessment atau simulasi keamanan agar proses evaluasi berlangsung secara konsisten.
2. Lakukan Audit dan Review Rutin
Terapkan audit berkala untuk mengidentifikasi kelemahan yang muncul akibat perubahan sistem, teknologi, atau proses bisnis.
White Team juga bisa melakukan review rutin untuk memastikan penerapan NIST tetap relevan dengan kondisi dan risiko terkini yang dialami bisnis.
3. Catat Setiap Aktivitas dan Keputusan
Dokumentasi yang baik akan mempermudah proses evaluasi, pelaporan, dan pembelajaran pasca-aktivitas keamanan.
Dengan dokumen ini, White Team dapat menelusuri kembali keputusan penting saat terjadi insiden atau pada proses audit lanjutan.
4. Libatkan Manajemen dan Stakeholder
Penerapan NIST tidak akan efektif tanpa dukungan manajemen dan stakeholder. Untuk itu, White Team perlu menjembatani aspek teknis dengan kebutuhan bisnis agar tim manajemen mendukung setiap kebijakan keamanan yang disarankan.
Baca juga: 6 Cara Menilai Efektivitas Strategi Keamanan Siber ala White Team
5. Lakukan Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan
Terakhir, ingatlah bahwa keamanan siber bersifat dinamis dan terus berubah mengikuti pola ancaman baru.
Oleh karena itu, White Team perlu memastikan evaluasi dilakukan secara berkelanjutan, bukan satu kali saja.
Jadikan Fungsi NIST sebagai Fondasi Evaluasi Keamanan Anda!
Dengan lima fungsi inti NIST ini, White Team dapat memastikan setiap tindakan bisnis selaras dengan prinsip keamanan yang dianjurkan.
Sebagai seorang White Team, pastikan bisnis juga menerapkan kepatuhan ini dengan konsisten agar bisa berjalan secara berkelanjutan.
Untuk memastikan kepatuhan bisnis terhadap regulasi keamanan siber, segera ikuti kursus White Team Fundamental dari Cyber Studio.
Di sini, Anda akan mempelajari standar, framework, dan UU PDP yang harus ditaati. Selain itu, kami juga membantu merekomendasikan prospek kerja yang relevan di bidang White Team–tim yang memastikan Red Team dan Blue Team bekerja sesuai prosedur.
Mari pastikan ketaatan Anda terhadap regulasi untuk menghindari kerugian finansial dan reputasi bisnis!