
Selain developer, kamu selaku pemilik atau pengelolanya juga harus mengutamakan keamanan website. Ini disebabkan karena serangan siber bisa mengintai website-mu kapan saja dan menyebabkan kerugian, seperti pencurian data sensitif.
Itulah kenapa kamu perlu tahu cara cek keamanan website dengan benar. Sebelum mengetahui langkah-langkahnya, mari kita pahami dahulu mengapa kamu harus mengecek keamanan website beserta ciri-ciri website yang sudah aman.
Alasan Pentingnya Pengecekan Keamanan Website
Website adalah salah satu aset yang rentan ancaman. Untuk itu, kamu perlu tahu betapa pentingnya pengecekan keamanan website secara teratur!
1. Website Rentan Diserang Hacker
Hacker bisa menyisipkan malware atau script pencuri data dalam website yang tidak aman. Biasanya, serangan ini dilakukan melalui celah kecil yang tidak kamu sadari, seperti plugin lama atau form yang tidak tervalidasi.
Saat berhasil masuk, mereka dapat merusak tampilan website kamu, mencuri informasi pengguna di dalamnya, hingga menyebarkan virus ke device pengunjung lainnya!
Baca juga: 12 Aplikasi Hacker yang Paling Sering Digunakan untuk Hacking
2. Reputasi Buruk, Blacklist Google, hingga Kerugian Finansial
Website yang sudah mengandung malware atau script berbahaya akan langsung kena blacklist dari Google. Ini artinya kamu bisa kehilangan trafik, pelanggan, atau penghasilan potensial! Bahkan, ini juga bisa menyebabkan kerusakan reputasi bisnis.
3. Website yang Hilang atau Diduplikasi
Terakhir, website kamu bisa saja hilang dari internet atau diduplikasi oleh pihak tak bertanggung jawab. Biasanya, hal ini terjadi saat malware berhasil menyusup dan mengubah konfigurasi atau struktur file inti website.
Salah satu contohnya adalah website NTMC Polri yang diretas menjadi situs judi online di bawah ini.

Sumber: CNN Indonesia
Ciri-ciri Website yang Aman
Gimana cara mengenali website yang tergolong aman? Cobalah untuk mencocokkan beberapa ciri-ciri ini dalam website-mu langsung!
1. Adanya SSL/HTTPS Aktif
Tanda website yang paling aman adalah SSL atau protokol HTTPS. Dengan SSL, data yang dikirim antar pengguna dengan server akan terenkripsi dan tidak bisa disadap.
2. Tidak Ditemukan Warning “Not Secure” di Browser

Sumber: White Canvas
Pernah menemukan peringatan “Not Secure” saat membuka website? Ini menandakan ada permasalahan dengan sertifikasi keamanan website. Peringatan ini bisa menakut-nakuti pengunjung dan mengurangi kredibilitas website-mu.
3. Update Otomatis Sistem dan Plugin Website
Pastikan untuk mengaktifkan update sistem secara otomatis. Biasanya, update ini berisikan patch untuk menutup celah-celah keamanan. Website yang jarang di-update lebih rentan terkena serangan siber.
Tools Gratis untuk Cek Keamanan Website
Untuk mengecek keamanan website secara mandiri, kamu bisa menggunakan beberapa tools gratis di bawah ini!
1. SSL Labs
Dengan SSL Labs, kamu bisa melakukan analisis mendalam terkait konfigurasi SSL di website. Tools ini juga akan menilai sertifikat keamanan dan mengecek enkripsi: apakah sudah sesuai standar dan aman dari serangan Heartbleed?
2. Google Safe Browsing
Tools memberitahu mengecek website-mu masuk blacklist Google atau tidak karena terdeteksi berbahaya. Hasil dari penilaian ini bisa membantu evaluasi terhadap kredibilitas website-mu di mata Google.
3. VirusTotal
VirusTotal membantu memindai website-mu untuk mendeteksi malware, spam, atau manipulasi visual. Tools ini juga bisa menunjukkan apakah file di dalamnya sudah pernah dimodifikasi oleh pihak ketiga.
4. securityHeader
Terakhir adalah SecurityHeaders.com, sebuah website gratis yang bisa kamu gunakan untuk memeriksa header keamanan pada sebuah website.
Tools ini akan membantu menganalisis berbagai header HTTP penting, seperti Content-Security-Policy, X-Frame-Options, dan Strict-Transport-Security.
Hasil laporan pemindaian ini berbentuk rentang skor A hingga F yang disertai penjelasan tentang header yang kurang atau tidak dikonfigurasi dengan benar.
Cara Cek Keamanan Website Secara Manual
Selain itu, kamu bisa juga mengecek keamanan website tanpa alat tambahan. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:
1. Cek Sertifikat SSL

Di browser Google Chrome terbaru, klik icon setting yang ada di bagian kiri alamat website. Setelah itu, pilih opsi Connection is Secure dan klik opsi Pop-up Window yang terletak di kanan bawah.
Di sini, kamu bisa melihat informasi sertifikat SSL secara detail, seperti nama penyedia dan tanggal aktifnya.
2. Lihat Hasil Scan Google Safe Browsing Transparency Report

Masukkan URL website kamu ke halaman transparency report dari Google untuk melihat status keamanannya. Segera lakukan tindakan bila menemukan peringatan tertentu sebelum terkena penalti dari Google!
3. Perhatikan URL Redirect dan Notifikasi di Address Bar Browser
Apakah website kamu pernah dialihkan ke halaman lain tanpa alasan jelas? Waspada, ini bisa menjadi adanya gangguan keamanan!
Pastikan juga tidak ada peringatan merah atau pop-up mencurigakan saat mengakses halaman tertentu. Ini menandakan website kamu aman dan bersih dari script asing!
4. Gunakan View Source

Kunjungi website view-page-source.com dan masukkan URL website kamu untuk menampilkan script website secara keseluruhan.
Apabila mendapati script yang mencurigakan, sebaiknya lakukan pembersihan kode sesegera mungkin!
Tips Menjaga Keamanan Website Setelah Pengecekan
Setelah menerapkan cek keamanan website, saatnya menjaga keamanannya secara berkelanjutan. Mari ikuti beberapa tips berikut!
1. Rutin Backup Data Website
Pertama, lakukan backup data website kamu secara berkala–baik manual atau otomatis–untuk mencegah kehilangan data penting. Setelah itu, simpanlah file backup ini di tempat terpisah dari server utama, misalnya di cloud storage.
2. Ganti Password Admin Secara Berkala & Gunakan Password Kuat
Saat membuat password, sebaiknya gunakan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol. Hindari password yang terlalu umum seperti “admin123”. Sebaiknya, gantilah password ini bisa sekali setiap 2–3 bulan untuk meminimalisir risiko akun dibajak.
Baca juga: 7 Cara Melindungi Password dari Brute Force Attack versi Cyber Studio
3. Aktifkan 2FA/Multi-Factor Authentication di Panel Admin
Fitur Two Factor Authentication berfungsi sebagai lapisan keamanan ekstra setelah password. Dengan mengaktifkannya, hacker tetap tidak bisa mengakses akun admin website-mu meskipun telah menebak password-nya.
4. Pantau Aktivitas dan Log Website Secara Berkala
File log bisa menunjukkan adanya aktivitas login mencurigakan, perubahan file, atau upaya akses tidak sah. Dengan rutin mengeceknya, kamu bisa menemukan anomali dalam sistem sesegera mungkin.
Mari Tingkatkan Keamanan Websitemu Bersama Cyber Studio!
Itulah panduan singkat tentang cara cek keamanan website. Baik dengan tools-tools gratis atau metode manual di atas, terapkan langkah-langkah tersebut dengan konsisten! Ini akan menjamin website kamu semakin dipercaya oleh pengunjung.
Selain mengecek keamanan website, sebaiknya tingkatkan juga kemampuanmu di bidang cyber security. Yuk, daftarkan diri untuk mengikuti kelas cyber security yang disediakan oleh Cyber Studio!
Dengan learning path komprehensif dan bimbingan mentor terpercaya, kamu bisa memahami materi-materi dan mengimplementasikannya langsung dalam dunia kerja. Lampirkan juga hasil project akhir dan sertifikat kredibel kami dalam portofolio. Ini akan meningkatkan value kamu sebagai pekerja cyber security di mata perekrut.
Kunjungi halaman learning path kami sekarang dan pilihlah paket kursus sesuai kebutuhan dan peminatan kamu!