Penyebab dan 6 Cara Mengatasi Ransomware versi Cyber Studio

Pernahkah Anda mendengar tentang ransomware? Ancaman ini pernah menyerang Pusat Dana Nasional Indonesia sekitar bulan Juni tahun 2024 lalu.

Ransomware merupakan salah satu serangan siber yang meresahkan. Para pelaku akan mengunci data-data penting dan meminta tebusan sebagai ganti dari hak akses yang Anda butuhkan.

Untuk menghindari hal ini, Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi ransomware dengan efektif. Sebelum itu, mari kita pahami dahulu bagaimana serangan ini bekerja.

Baca juga: Protokol Jaringan Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Bagaimana Cara Kerja Ransomware?

Ransomware bekerja dengan menyusup ke sistem komputer atau jaringan Anda melalui berbagai metode–seperti email phishing atau software yang rentan. 

Setelah masuk, ransomware akan mengenkripsi file-file penting sehingga Anda tidak dapat mengaksesnya lagi tanpa akses atau kunci khusus. Biasanya, pelaku juga akan mengirimkan pesan tebusan yang berisi instruksi pembayaran untuk menebus data yang dapat dipulihkan.

Selain itu, ransomware juga berbahaya karena dapat menyebar ke perangkat lain dalam jaringan sehingga memperbesar dampak kerusakannya.

Target Serangan Ransomware

Ada beberapa pihak yang lebih rentan terkena serangan ransomware. Sebaiknya perbanyak lagi edukasi tentang serangan ini supaya Anda bisa lebih waspada dan siap melindungi diri.

  • Individu Pengguna Windows dan Perusahaan Kecil-Menengah: Pengguna Windows atau perusahaan kecil-menengah yang tidak memiliki proteksi memadai sering menjadi korban ransomware. Ini terjadi karena ketidaksiapan mereka dalam menghadapi serangan dan tidak memiliki backup data yang cukup.
  • Sistem yang Tidak Di-update, Jaringan Terbuka, dan User yang Ceroboh: Sistem yang jarang diperbarui dan jaringan terbuka cenderung lebih nudah dieksploitasi. Pengguna yang ceroboh membuka email atau tautan mencurigakan juga akan memperbesar risikonya.
  • Institusi Kesehatan, Pendidikan, dan Keuangan: Institusi ini menyimpan data penting dan sensitif yang sangat bernilai. Serangan ransomware dapat mengganggu layanan vital dan menyebabkan kerugian finansial dan reputasi.

Faktor Penyebab Ransomware

Sebelum membahas cara mengatasi ransomware, kita juga perlu mengetahui faktor-faktor yang membuat sistem rentan diserang. Dengan memahami ini, Anda bisa melakukan pencegahan lebih efektif!

1. Penggunaan Password yang Lemah dan Sederhana

Password seperti “123456” sangat mudah ditebak bahkan oleh tool otomatis. Password yang sederhana seperti ini dapat dibuka dengan mudah dalam hitungan menit.

Risiko ini semakin tinggi jika Anda lupa  mengaktifkan proteksi tambahan. Padahal, proteksi ini membuat password Anda semakin kuat dan rentan serangan ransomware.

2. Username Sudah Diketahui

Jika username atau email pengguna sudah diketahui atau bocor, hacker hanya tinggal menebak password Anda untuk mendapatkan akses. 

Menggunakan username yang umum atau mudah ditebak membuat sistem Anda lebih rentan terhadap serangan phishing atau kebocoran database.

3. Kurangnya Pengamanan Otentikasi Ganda (2FA)

Ilustrasi Two Factors Authentication

Sistem yang tidak dilengkapi dengan two factors authentication atau 2FA juga cenderung rentan terhadap ransomware.

Fitur ini berguna sebagai lapisan proteksi kedua dengan meminta verifikasi tambahan–seperti kode dari aplikasi atau SMS. Dengan fitur ini, para hacker tetap sulit mendapatkan akses meskipun password atau username bisnis Anda bocor.

4. Tidak Ada Pembatasan Percobaan Login

Sistem yang memperbolehkan percobaan login tanpa batas juga akan membuka celah bagi serangan siber. Sang hacker akan mencoba berbagai kombinasi username dan password yang akan sulit terdeteksi. Hal ini meningkatkan risiko akses ilegal atau serangan  ransomware.

Cara Mengatasi Ransomware

Saatnya Anda mengetahui bagaimana cara mengatasi ransomware dengan tepat! Mari ikuti langkah-langkah di bawah untuk melindungi perangkat dan data Anda dari ancaman ini!

1. Putuskan Jaringan Komputer

Saat terkena ransomware, Anda harus segera mencabut koneksi internet dan jaringan lokal–seperti kabel ataupun Wi-Fi. Ini akan mencegah penyebaran malware ke perangkat lain atau tersambung ke server sang hacker.

Memutuskan jaringan ini membuat Anda bisa lebih fokus untuk melakukan scan dan pencegahan tanpa kekhawatiran akan dampak serangan lanjutan.

2. Scan dan Bersihkan dengan Antivirus

Selanjutnya, lakukan scanning secara menyeluruh dan mendalam dengan antivirus yang terbaru dan terpercaya. Melakukan full scan akan membantu Anda dalam mendeteksi ransomware secara lebih efektif. 

Setelah mendeteksi serangan ransomware, pastikan antivirus tersebut juga akan menghapus atau mengkarantina file berbahaya sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya.

3. Gunakan Ransomware Decryptor

Beberapa varian ransomware bisa didekripsi dengan tools gratis seperti STOPDecrypter atau Emsisoft Decryptor. Meskipun tidak berlaku untuk seluruh jenis, Anda bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum membayar uang tebusan.

Pastikan Anda untuk melakukan scan ulang setelah proses dekripsi untuk memastikan sistem bisnis Anda benar-benar bersih dari ransomware.

4. Gunakan Backup Data

Gunakan Backup Data

Pastikan untuk membuat backup data dalam drive eksternal atau layanan cloud untuk mengatasi risiko kehilangan data akibat ransomware

Dengan ini, Anda bisa mendapatkan kembali data-data yang penting tanpa harus membayar tebusan kepada sang hacker.

5. Perbaiki Pengaturan Sistem

Setelah serangan ransomware terjadi, segera periksa dan matikan layanan seperti file sharing atau remote desktop jika tidak diperlukan. 

Selanjutnya, tinjau setiap entri startup dan registry serta hapus aplikasi atau layanan yang mencurigakan. Dengan membersihkan konfigurasi ini, Anda dapat meminimalisir risiko serangan serupa di masa depan.

6. Periksa Pembaruan Software

Terakhir, ingatlah bahwa serangan ransomware ini sering mengeksploitasi kelemahan pada sistem dan aplikasi yang belum diperbarui. 

Untuk itu, sebaiknya perbarui setiap sistem operasi, antivirus, dan aplikasi-aplikasi penting dengan patch keamanan terbaru. Ini menjadi strategi yang efektif untuk menjaga keamanan sistem dari risiko eksploitasi dari luar.

Baca juga: 7 Cara Melindungi Password dari Brute Force Attack versi Cyber Studio

Cara Mengembalikan File yang Terkena Ransomware

Bagaimana cara memulihkan file bisnis yang terkena ransomware? Anda bisa ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Windows Backup: Gunakan File History atau System Image Backup untuk mengembalikan data ke kondisi sebelum serangan ransomware berlangsung.
  • Software Recovery File: Gunakan Recuva atau EaseUS Data Recovery segera setelah ransomware terdeteksi untuk memulihkan file-file yang penting.
  • Hapus Virus Dengan Antivirus:  Malware harus hilang sepenuhnya sebelum m agar file tidak terenkripsi lagi.
  • Nonaktifkan Item Mencurigakan Pada Startup: Gunakan MSCONFIG/Task Manager untuk mencegah ransomware aktif kembali.
  • Perbaiki Host File: Pastikan file hosts tidak diubah malware yang menghalangi akses keamanan.
  • Munculkan Hidden Folders: Aktifkan opsi ini untuk melihat dan mengakses file-file penting yang disembunyikan ransomware.
  • System Restore: Kembalikan sistem ke titik pemulihan sebelum ransomware untuk konfigurasi bersih.
  • STOP Decryptor: Jika Anda terkena serangan ransomware jenis STOP/DJVU, gunakan tool ini untuk mendekripsi file.

Tips Agar Tidak Terkena Ransomware Lagi

Setelah mengetahui cara mengatasi ransomware, tentu Anda ingin mencegah serangan ini terjadi lagi. 

Berikut adalah beberapa tips penting yang dapat diterapkan untuk menjaga keamanan data dan sistem Anda.

1. Lakukan Penetration Testing Secara Berkala

Lakukan pengujian keamanan sistem dan aplikasi Anda secara rutin untuk menemukan dan menutup celah yang bisa dimanfaatkan penyerang. 

Anda bisa melakukannya dengan metode penetration testing untuk mengetahui celah-celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh ransomware.

2. Periksa Pembaruan Software

Periksa Pembaruan Software

Pastikan untuk memperbarui semua sistem operasi dan aplikasi dengan patch keamanan terbaru. Software yang selalu di-update akan lebih aman dari berbagai serangan siber–termasuk ransomware.

3. Backup Data Secara Teratur

Lakukan backup data secara rutin dan simpanlah di lokasi offline atau cloud yang terenkripsi–terpisah dari jaringan utama.

Adanya backup data yang baik dapat berfungsi sebagai cadangan data apabila terjadi serangan ransomware.

4. Hindari Akses Ke Link Atau Situs Tidak Terpercaya

Hindari klik tautan dari email, pesan, atau pop-up mencurigakan. Biasanya, metode seperti phising ini menjadi tempat penyebaran ransomware yang cukup efektif.

Untuk itu, sebaiknya selalu lakukan verifikasi sumber sebelum membuka tautan untuk menghindari serangan malware.

Lindungi Data-data Penting Anda Sekarang dari Ancaman Ransomware!

Itulah panduan singkat tentang cara mencegah ransomware yang perlu Anda ketahui. Singkatnya, Anda perlu mengetahui penyebab dan bertindak secara cepat untuk menghindari atau menangani kerugian akibat serangan tersebut.

Apakah Anda ingin belajar lebih dalam tentang cyber security secara lebih mendalam? Tingkatkan keterampilan ini bersama kami, Cyber Studio.

Sebagai platform pembelajaran digital, kami menyediakan learning path yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan Anda–salah satunya introduction to blue team.

Dalam kursus ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara hacker melakukan teknik social engineering hingga bagaimana cara melakukan pemantauan proaktif, analisis forensik, dan strategi pertahanan dengan mendeteksi ancaman.

Anda juga akan belajar langsung dari praktisi, dengan studi kasus nyata dan akses seumur hidup—hanya dengan satu kali pembayaran.

Kunjungi halaman learning path kami dan mulai langkah awal Anda untuk mempelajari bagaimana menghadapi ancaman siber modern!

Scroll to Top