Pernah melihat domain milik pribadi atau perusahaan yang tiba-tiba diambil alih oleh pihak yang bertanggung jawab? Ini merupakan contoh dari domain hijacking, sebuah ancaman serius bagi para pemilik website.
Ancaman ini menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti kehilangan kendali atas website-nya, pencurian data sensitif, hingga kerugian finansial dan reputasi.
Untuk menghindari hal ini, mari kita pelajari pengertian, cara kerja domain hijacking, dampak yang disebabkan, hingga tips melindungi domainmu.
Apa Itu Domain Hijacking?
Domain hijacking adalah tindakan pengambilalihan kontrol sebuah domain secara ilegal oleh pihak yang tidak berwenang.
Di sini, pelaku berusaha menguasai domain milik orang lain–misalnya kamu–dengan berbagai cara untuk kepentingan pribadi atau jahat.
Perbandingan Domain Hijacking dengan DNS Hijacking
| Aspek | Domain Hijacking | DNS Hijacking |
| Definisi | Pengambilalihan kepemilikan domain | Pengalihan lalu lintas DNS domain |
| Target | Akun registrar, kepemilikan domain | Server DNS, proses resolusi DNS |
| Dampak | Kontrol penuh domain berubah tangan | Pengguna dialihkan ke situs palsu |
| Cara kerja utama | Mengubah pengaturan registrar | Mengubah pengaturan DNS |
Baca juga: 4 Cara Cek Keamanan Website: Panduan dari Cyber Studio
Cara Kerja Domain Hijacking
Dengan memahami cara kerja domain hijacking, kamu bisa mengenali tanda-tanda dan mencegah serangan ini.
Berikut langkah-langkah yang dilakukan pelaku dalam melangsungkan serangan ini.
1. Pengumpulan Informasi Awal

Pertama, hacker akan mengumpulkan data-data penting terkait domain korbannya, seperti registrar yang digunakan, detail WHOIS, hingga alamat email pemiliknya. Informasi ini akan mereka gunakan sebagai pintu masuk dalam pembajakan.
2. Mencoba Akses Email atau Akun Registrar
Setelah itu, mereka berusaha meretas email pemilik atau akun registrar. Ketika berhasil, mereka langsung memiliki kontrol administratif atas domain.
3. Mengubah Data Registrasi

Hacker biasanya mengubah informasi registrasi domain, seperti kontak WHOIS atau detail administratif. Proses ini dilakukan supaya korbannya sulit memulihkan klaim kepemilikannya.
4. Mengalihkan DNS
Selanjutnya, mereka akan mengubah pengaturan DNS domain supaya website otomatis mengarahkan pengunjungnya ke server yang dikendalikan. Dari situlah mereka bisa melakukan serangan phising atau menyerang malware.
5. Mengunci Kepemilikan Palsu
Terakhir, hacker akan mengaktifkan fitur proteksi tambahan untuk mengamankan hasil curiannya. Ini membuat korbannya kesulitan merebut kembali domain.
Metode dan Teknik Umum Domain Hijacking
Dalam melancarkan domain hijacking, pelaku menggunakan berbagai metode. Dengan mengetahui teknik ini, kamu bisa mencegahnya sejak awal.
Peretasan Email dan Pencurian Password
Hacker sering menggunakan email untuk mengakses akun registrar. Jika password yang digunakan lemah atau pernah bocor, mereka bisa mengaksesnya dengan mudah. Dari sini, mereka bisa mengatur ulang password akun registrar dan mengambil alih domain.
Pemanfaatan Domain Kadaluarsa atau Tidak Diperpanjang
Mereka bisa mendaftarkan juga domain yang tidak diperpanjang tepat waktu. Jika dibiarkan, individu atau perusahaan bisa kehilangan domain ini dan mengalami kerugian.

Manipulasi Informasi WHOIS dan Pengaturan Kontak
Saat detail WHOIS tidak diperbarui secara berkala, hacker bisa mengganti informasi kontak di dalamnya dengan data palsu. Dari sini, mereka bisa mengklaim domain korbannya secara lebih mudah.
Serangan melalui Social Engineering terhadap Layanan Registrar
Hacker juga bisa menghubungi registrar dengan menyamar sebagai pemilik domain. Dengan trik social engineering yang meyakinkan, mereka bisa meminta perubahan data atau transfer domain.
Baca juga: Social Engineering Adalah: Pengertian, Jenis dan Prosesnya
Dampak Negatif Domain Hijacking untuk Pemilik Domain
Saat membajak domain, sang pemilik domain bisa mendapatkan beberapa kerugian. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Kehilangan Akses dan Pengendalian Situs Web: Korban tidak bisa mengendalikan website-nya secara penuh. Mereka tidak bisa memperbarui konten, mengelola email, ataupun mengarahkan traffic ke server asli.
- Potensi Penyalahgunaan Domain untuk Phising dan Malware: Hacker bisa memanfaatkan domain curian ini untuk melakukan phishing, menyebarkan malware, atau menipu pengguna.
- Kerugian Reputasi dan Finansial yang Signifikan: Kehilangan domain akan menyebabkan penurunan kepercayaan konsumen dan kerugian finansial yang besar.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Domain Anda Dibajak?
Bagaimana jika domainmu terlanjur dibajak? Terapkan langkah-langkah ini sesegera mungkin.
1. Mengklaim Kembali Domain
Hubungi registrar resmi secepat mungkin. Ajukan juga klaim kepemilikan domain beserta dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan. Semakin cepat pengajuan dilakukan, semakin besar kamu bisa mendapatkan domain kembali.
2. Melapor ke Penyedia Registrar dan Otoritas Terkait

Laporkan kasus domain hijacking ini ke beberapa pihak, seperti registrar, ICANN, atau lembaga otoritas internet terkait. Dengan membuat laporan resmi, mereka bisa tahu bahwa kamu adalah pemilik sah domainnya.
3. Meningkatkan Keamanan untuk Masa Depan
Setelah mendapatkan domain kembali, tingkatkan keamanan akun dengan mengganti password, mengaktifkan 2FA, dan memantau aktivitas login. Hal ini penting untuk mencegah insiden serupa terulang.
Cara Mencegah dan Melindungi Domain dari Hijacking
Ingatlah bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pemulihan. Cegah serangan domain hijacking dengan menerapkan langkah-langkah ini.
- Penggunaan Password Kuat dan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Gunakan password yang kuat dengan tambahan autentikasi 2FA. Dengan ini, hacker akan sulit meretas akun registrarmu.
- Memperbarui dan Memverifikasi Data Kontak WHOIS: Pastikan data kontakmu selalu valid dan up-to-date. Jika tidak, hacker bisa menyalahgunakan data lama untuk mengklaim domainmu.

- Mengaktifkan Fitur Registrar Lock dan Theft Protection: Banyak registrar menawarkan fitur penguncian domain. Aktifkan fitur ini untuk mencegah transfer tidak sah.
- Perpanjangan Domain Tepat Waktu dan Pendaftaran Jangka Panjang: Jangan sampai domainmu kadaluarsa! Daftarkan untuk jangka waktu panjang agar lebih aman dari pengambilalihan oleh pihak lain.
Jaga Keamanan Digitalmu Bersama Cyber Studio!
Itulah penjelasan tentang pengertian, cara kerja domain hijacking, dan tips melindungi domainmu. Dengan praktik keamanan yang tepat, kamu bisa meminimalisir pembajakan domain yang berbahaya.
Untuk mempertahankan keamanan data lebih lanjut, cobalah untuk mengikuti juga kelas introduction to blue team dari Cyber Studio! Di sini, kamu bisa mempelajari tentang jenis-jenis ancaman serta cara menghadapinya–atau tips berkarier di bidang ini.
Dengan panduan dari mentor berpengalaman dan studi kasus nyata dari industri, kami membantumu tetap unggul di dunia profesional.
Kunjungi halaman learning path kami dan tingkatkan pengetahuanmu dalam mencegah serangan siber terkini!